Tim arkeologi dari Ecole Francaise D’extreme-Orient, Perancis yang bekerja sama dengan peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN) di Lobu Tua – Barus, memberikan telaah baru mengenai sejarah Islam datang ke nusantara.
Adanya data-data arkeologis sekitar abad ke-9 sampai 12 Masehi, membuktikan bahwa Barus telah berkembang menjadi kota perdagangan dengan struktur masyarakat multi etnis yang terdiri dari masyarakat Batak, Minangkabau, Bengkulu, Jawa bahkan Bugis, termasuk bangsa asing dari negeri India, Arab, Cina, Tamil dan sebagian kecil Afrika.
Makam Syekh Rukunuddin di Barus, Sumatera Utara, merupakan salah satu bukti yang mendukung teori Persia tentang masuknya Islam ke Indonesia.
Penjelasan
Makam Syekh Rukunuddin berada di kompleks pemakaman Mahligai, Barus.
Batu nisan makam Syekh Rukunuddin bertuliskan tahun wafatnya, yaitu 672 Masehi.
Makam ini menjadi bukti bahwa Islam sudah ada di Indonesia pada abad ke-7 Masehi.
Teori Persia tentang masuknya Islam ke Indonesia dicetuskan oleh Hoesein Djajadiningrat. Teori ini menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia dari Persia pada abad ke-13 Masehi.
Selain makam Syekh Rukunuddin, ada beberapa bukti lain yang mendukung teori Persia, yaitu:
Peringatan 10 Muharram atau Asyura
Kesamaan ajaran Syaikh Siti Jenar dengan ajaran Sufi Iran Al-Hallaj
Penggunaan istilah Persia untuk mengeja huruf Arab. (Ridar)
Views: 17







