Beranda / SEMESTA / Ketua GIBAS DKI Jakarta Tekankan Pentingnya Kaderisasi untuk Menjawab Tantangan Zaman

Ketua GIBAS DKI Jakarta Tekankan Pentingnya Kaderisasi untuk Menjawab Tantangan Zaman

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

 

Jakarta — Ketua GIBAS DKI Jakarta, Rd Aria, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan kunci utama dalam memastikan proses regenerasi berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan organisasi. Hal tersebut disampaikannya dalam pandangan bertajuk “Pentingnya Kaderisasi dalam Regenerasi (Menjawab Tantangan Zaman)”.

Menurut Rd Aria dalam keterangan nya, Jumat (23/1) regenerasi dan kaderisasi adalah dua konsep yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Tanpa kaderisasi yang terencana dan terarah, regenerasi justru berpotensi melahirkan generasi penerus yang tidak sejalan dengan nilai, visi, dan tujuan organisasi.

“Dua kalimat ini sangat berkaitan dan wajib menyambung, yakni regenerasi dan kaderisasi. Tanpa kaderisasi, maka regenerasi tidak akan sesuai dengan harapan dan tujuan,” ujar Rd Aria.

Ia menjelaskan bahwa dalam berbagai organisasi, termasuk perusahaan dan lembaga besar, kaderisasi menjadi syarat mutlak untuk menjaga keberlanjutan kepemimpinan. Bahkan dalam sistem kerajaan sekalipun, proses penyiapan putra mahkota dilakukan melalui kaderisasi yang matang sebelum menggantikan raja sebelumnya.

Namun, Rd Aria menekankan bahwa pembahasan kali ini tidak berhenti pada konsep semata, melainkan pada aspek how to atau bagaimana menciptakan kaderisasi yang mampu melahirkan regenerasi yang handal dan berkualitas.

Dalam paparannya, ia menyebutkan 11 aspek fundamental yang harus menjadi perhatian utama dalam proses kaderisasi, yaitu:

Attitude (budi pekerti)

Character (sifat dan perilaku)

Religion (agama)

Intellectuality (intelektualitas dan wawasan keilmuan)

Ideology (pola pikir dasar)

Empathy (kemampuan merasakan dan memahami orang lain)

Entrepreneurship (kemandirian finansial)

Leadership (kepemimpinan)

Communication (kemampuan komunikasi formal dan informal)

Technology (adaptasi terhadap teknologi)

Vision (memiliki visi ke depan)

Kesebelas aspek tersebut, lanjutnya, merupakan “menu utama” dalam kaderisasi yang ideal. Dengan penerapan yang konsisten, diharapkan hasil regenerasi mampu memiliki kualitas dan cetakan nilai yang setara, bahkan lebih baik, dari generasi sebelumnya.

Rd Aria juga mengingatkan bahwa salah satu kekhawatiran terbesar dalam organisasi adalah ketika generasi penerus justru mengalami penurunan kualitas dibanding pendahulunya. Kondisi ini, menurutnya, kerap terjadi akibat tidak optimalnya penerapan prinsip-prinsip kaderisasi oleh generasi sebelumnya.

“Generasi setelahnya sering kali lebih minus dibanding generasi sebelumnya. Ini yang perlu kita khawatirkan dan perbaiki bersama,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Rd Aria berharap seluruh elemen organisasi mampu melaksanakan kaderisasi dengan sungguh-sungguh demi melahirkan generasi baru yang selaras dengan cita-cita dan tujuan bersama.

“Semoga kita mampu melaksanakan kaderisasi dengan baik, sehingga dapat menciptakan generasi penerus yang sesuai dengan harapan dan tujuan kita,” pungkasnya.

Salam Kaderisasi,
GIBAS – 1 Tujuan, 1 Komando

 

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 230126

Views: 147

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *