Jakarta — Ketua Majelis Silaturahmi Sholat Subuh Gabungan antara Ulama, Umara, dan Masyarakat se Kecamatan Jatinegara (MS3G), H. Achmad Mawardi, menegaskan bahwa kepemimpinan di lingkungan MS3G tidak pernah mensyaratkan faktor kekayaan sebagai tolok ukur utama dalam menentukan calon ketua.
Dalam keterangan nya,Senin (12/1) Menurutnya, sejak awal berdirinya MS3G, prinsip yang dipegang adalah nilai keikhlasan, empati, serta kebersamaan antar pengurus dan jamaah. Hal tersebut dinilai jauh lebih penting dibandingkan latar belakang ekonomi seseorang.
“Dari awal saya tidak pernah menegaskan bahwa syarat calon ketua harus orang yang kaya. Yang terpenting adalah memiliki rasa empati dan kebersamaan sesama pengurus serta jamaah. Itu saja sudah cukup,” ujar H. Achmad Mawardi.
Ia menambahkan, MS3G merupakan wadah silaturahmi dan ibadah yang dibangun atas dasar niat mulia para pendahulu, khususnya para alim ulama yang telah merintis dan mendirikan majelis tersebut. Oleh karena itu, keberlanjutan organisasi harus dijaga dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, bukan dengan kepentingan pribadi.
H. Achmad Mawardi optimistis, dengan menjunjung nilai-nilai tersebut, struktur kepengurusan MS3G—termasuk Majelis Tertinggi (MT) MS3G—akan terus berjalan secara berkesinambungan dan sejalan dengan cita-cita para leluhur dan alim ulama pendiri.
“Insya Allah, dengan landasan empati dan kebersamaan, MS3G akan terus berjalan sesuai dengan keinginan para alim ulama pendiri, serta tetap menjadi ruang silaturahmi yang meneduhkan bagi umat,” tutupnya.
*anwi/ wi/ nf/ 120126
Views: 57







