Monumen Jogja Kembali (Monjali) bangunan monumental yang berdiri gagah ditengah hiruk pikuk kota Yogyakarta agak lain dari biasanya. Patung HM Soeharto berkalung bunga nampak menghiasi pelataran Monumen Jogja Kembali. Patung raksasa dari perunggu setinggi 240 sentimeter itu dibuat pematung Kusuma Yusman lulusan Institut Seni Indonésia (ISI) Yogyakarta bersama patung 5 presiden RI yang lain.
“Hanya inilah yang dapat kami perbuat dengan mengalungkan bunga melingkar dileher patung Pak Harto,” kata Yudi Pranowo (66) Kepala Museum Monumen Jogja Kembali (Monjali) Sabtu (15/11/2025).
Sebagai ungkapan rasa syukur dengan diangkatnya HM Soeharto sebagai salah satu pahlawan nasional bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 2025 keluarga besar Monjali juga menyelenggarakan doa bersama.
“Doa bersama yang terselenggara hanya sederhana namun berlangsung hikmat itu semoga segala amal baik beliau beroleh rahmat dari Tuhan YME hanya itu pengharapan kami “ujar Yudi Pranowo.
Beberapa acara penting sebenarnya jauh hari sebelumnya juga berlangsung di Monjali antara lain pameran lukisan dan pameran patung buah karya pelukis dan pematung kondang.
Dalam memperingati peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret 2025 juga digelar Video mapping didua tempat berbeda selain di Embung Giwangan dan diarea Monjali yang menceritakan sejarah perjuangan bangsa Indonésia.” Dalam video mapping itu diawali dengan perang Jawa dua ratus tahun yang lalu yang dipimpin Pangeran Diponegoro dan diakhiri dengan peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dipimpin Pak Harto” pungkasnya. Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 didua tempat berbeda kawasan destinasi baru Taman Embung Giwangan dan area Monjali ditayang “video mapping” yang menayangkan perjuangan bangsa Indonésia dimulai berlangsung Perang Jawa yang berlangsung dari tahun 1825-1830 dipimpin Pangeran Diponegoro dan peristiwa heroik yang terjadi di Jogjakarta dikenal dengan Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan serangan militèr TNI bersama masyarakat merebut kembali ibukota negara yang dipimpin Letkol Suharto.
“penayangan video seperti ini membuat decak kagum dengan tehnik memproyeksikan gambar kepermukaan obyèk tiga dimensi sehingga membuatnya tampak hidup” kata Yudi berbinar.(Moget)
*riha/ wi/ nf/ 141125
Views: 17











