WARTA IDAMAN

Oleh: Bang Azis
Nabi Ibrahim dikenal sebagai orang yang memiliki harta (berupa ternak) yang cukup banyak pada masanya. Pada suatu ketika ia ditanya, “Milik siapakah ini semua?, maka ia menjawab ; “Sungguh ini adalah kepunyaan Allah SWT yang dititipkan kepadaku, kapanpun Allah menghendakinya pasti akan kuserahkan !, jangankan harta ini, seorang anakpun jika Allah meminta akan kuserahkan !. Menurut riwayat, apa yang diucapkan oleh Ibrahim saat itu ketika ia belum memiliki seorang anak. Maka ketika Allah anugrahkan dia seorang anak yang tampan dan masih belia, suatu malam Ibrahim bermimpi, seperti ditegaskan dalam Al Qur’an ;
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS. As Shafat 102).
Mimpi yang mengandung perintah sangat berat, yakni menyembelih anaknya ssndiri dan mimpi tersebut hadir berturut-turut serta sangat nyata. Setelah yakin mimpi tersebut adalah perintah Tuhan, maka sampaikan kepada anaknya. Karena Ismail adalah anak yang sholeh dan taat dengan orang tuanya maka ia pun menyambut perintah tersebut dengan yaqin dan sami’na wa atho’na. Akhir ayah dan anak pergi ke tempat penyembelihan ssbagai tanda ketaatan totalitas kepada Tuhannya. Ketika sebilah pisau sudah sampai pada pelipis Ismail hingga beberapa inci lagi sampai ke leher, maka kemudian Allah mengutus Malikat Jibril untuk mengganti Ismail dengan seekor kambing gibas jantan berwarna putih bermata hitam. Dalam QS. Ash-Shaffat: 107, Allah Swt berfirman :
وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ
“Kami menebusnya dengan seekor (hewan) sembelihan yang besar.” (QS.As Shafat : 107).
Demikian sekelumit kisah ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang kemudian menjadi syariatnya Nabi Muhammad SAW. Semoga dengan menyelami semangat dan ketaatan Ibrahim dan Ismail menjadikan kita sebagai insan yang memahami dan menyelami hikmah ketaatan tersebut, ketaatan yang penuh kepasrahan total hanya mengharap ridho Allah SWT.
Demikian pesan Bang Azis saat idul Adha 1446 H (2025) di Cirendeu, Depok.
*****
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN Berita Semesta
- Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia: dari tujuh pemrakarsa hingga kepemimpinan Mohammad Anthoni, Iwan Samariansyah, dan Ismail Lutan
- Napas Perjuangan 15 Tahun PJMI: Dari Tujuh Pemrakarsa hingga Kepemimpinan Mohammad Anthoni, Iwan Samariansyah, dan Ismail Lutan
- Songsong Milad ke-15, PJMI Siapkan Agenda Kemanusiaan dan PJMI Award
- Safrizal dan Keluarga Besar Elang Tiga Hambalang Berduka, Doa Teriring untuk Ibu Eva Novensia Kristantie, S.H.
- Pengajian KB PII Bekasi Raya: Kyai Noer Alie Ulama Pejuang Penuh Inspirasi
- Gagas Demokrasi Pancasila Tanpa Partai, Mukhtadi Tawarkan Sistem Legislatif Berjenjang
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

*anwi/ pjmi/ wi/ nf/ 060625
Views: 10




















