Mendikdasmen Sebut Sekolah Rakyat Pakai Kurikulum Tailor Made

Posted by : wartaidaman 09/11/2025

 

 

WARTAIDAMAN.com   

 

 

Dr.H.M.Suaidi,M.Ag

 

Menerapkan multi-entry & multi-exit dengan basis penilaian berdasarkan capaian pembelajaran.

Kurikulumnya ini tailor-made curriculum. Artinya kurikulum yang didesain khusus untuk Sekolah Rakyat sistemnya itu multi-entry, multi-exit.

sistem kurikulum ini menjadikan siswa tak memiliki keseragaman karena penilaiannya berbasis pada capaian belajarnya. Misalnya, siswa tak harus selalu masuk di kelas 1, melainkan dapat langsung menempati kelas di atasnya.

Jadi mungkin saja disebut sebagai multi-entry karena dia bisa masuk di level mana saja. Disebut multi-exit itu artinya, kalau dia capaian pembelajaran sudah memenuhi, dia bisa capaian pembelajaran yang berikutnya. Jadi enggak harus tes bareng-bareng sebagai mana sekolah-sekolah formal yang ada itu.

ini menerangkan, sistem pembelajaran ini mirip dengan sistem Syarat Kecakapan Umum (SKU) di Pramuka atau metode sorogan di Pesantren, apalagi para siswa juga akan lulus dengan waktu yang berbeda-beda.

Hal tersebut sudah diterapkan dipesantren yaitu Metode sorogan adalah pendekatan pembelajaran individual di mana siswa menghadap guru secara bergiliran untuk menyetorkan atau menjelaskan materi pelajaran yang telah dipelajari. Metode ini menekankan interaksi langsung antara guru dan siswa, memungkinkan guru mengetahui secara pasti kualitas setiap siswa, dan siswa dapat belajar sesuai kecepatannya masing-masing.

Cara kerja metode sorogan

1. Menghadap guru secara individual: Siswa secara bergiliran maju ke depan untuk menghadap guru dengan membawa kitab atau materi pelajaran.
2. Menyetorkan bacaan/penjelasan: Siswa membaca, menjelaskan, atau menghafal pelajaran yang telah diberikan sebelumnya.
3. Mendapat bimbingan langsung: Guru akan memberikan koreksi, makna kata per kata, dan penjelasan lebih lanjut sesuai dengan tingkat pemahaman siswa.

Keunggulan metode sorogan

1. Personalisasi belajar: Siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuannya sendiri. Siswa yang cerdas akan lebih cepat menyelesaikan pelajarannya, sementara siswa yang kesulitan akan mendapatkan bimbingan lebih mendalam.

2. Interaksi langsung: Terjadi interaksi tatap muka antara guru dan siswa, yang memungkinkan guru untuk memantau perkembangan belajar siswa secara langsung.

3. Penekanan pada penguasaan materi: Metode ini memastikan siswa benar-benar menguasai materi sebelum melanjutkan ke babak berikutnya.

Muga bermanfaat.

 

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 061125

Views: 34

RELATED POSTS
FOLLOW US

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *