Muchlis Hassan : Bersama Prabowo, Indonesia Menjadi Kunci Pergeseran Kekuatan Dunia

Posted by : wartaidaman 29/06/2025

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

Bergabungnya Indonesia menjadi bagian keanggotaan Brazil, Rusia, India, China, South Afrika (BRICS) disaat pergolakan politik ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja dinilai oleh para pengamat ekonomi sebagai keputusan yang tepat dan strategis.

Walaupun ada sebagian yang mengatakan resiko yang akan ditanggung pemerintah Indonesia sangat besar jika bergabung di BRICS, yakni kemungkinan respons negatif dari negara-negara Barat. Indonesia harus siap menghadapi reaksi barat, seperti peningkatan tarif, hambatan non-tarif, atau bahkan pengurangan investasi dari negara-negara Barat.

Ketergantungan Indonesia pada sistem keuangan global yang didominasi dolar AS. Jika tidak siap Indonesia dapat menghadapi instabilitas ekonomi.

Presiden Prabowo adalah mantan seorang Prajurit yang telah terlatih dan sangat memahami perubahan iklim politik global, sudah barang tentu dirinya sangat memahami betul langkah yang diambilnya itu.

Perlu diketahui bahwa sejak berakhirnya kedigdayaan negara blok timur yang ditandai dengan runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 telah menjadikan Amerika satu-satunya negara adidaya. Namun seiring dengan sikap pongah dan arogansi Amerika dalam kurun waktu 30 tahun terakhir ketika bergaul di pergaulan internasional dengan standar ganda yang memuakkan telah membuat kesal negara-negara di benua Asia, Afrika dan Amerika Latin.

Rusia sebagai mantan negara Adikuasa tidak begitu saja merelakan statusnya diambil paksa oleh Amerika. Dibawah komando Vladimir Putin perlahan-lahan Rusia mampu membangun kembali kedigdayaannya, dan kini telah terbukti Rusia menjadi penantang serius Amerika di dunia politik militer dan ekonomi internasional.

Invasi Rusia ke Ukraina adalah bagian dari test unjuk kekuatan Putin dan Rusia menantang Amerika, Nato dan para sekutunya. Apa hasilnya ?. Amerika, yang awalnya keras memprotes invasi Rusia ke Ukraina pada akhirnya diam-diam membuat perjanjian dibelakang layar dengan Rusia yang membuat Ukraina kesal.

Begitu juga dengan NATO, dikomandoi oleh Francis yang sejak awal koar-koar akan membantu Ukraina dengan peralatan militer canggih, perlahan-lahan menarik diri ketika mengetahui ada pertemuan secara diam-diam antara Amerika dan Rusia.

Dari Kawasan Asia, Tiongkok dibawah kendali Jienping menunjukan kualitas negaranya menjadi satu-satunya kompetitor nomor satu Amerika. Kebangkitan ekonomi China diawal tahun 2000 telah membuat negeri tirai bambu mampu melakukan modernisasi alutsista dan militernya menjadi lebih kuat dan Dahsyat.

Kebangkitan ekonomi China yang terbesar dalam sejarahnya menjadi pukulan yang telak bagi Amerika, karena secara langsung Tiongkok menjadi satu-satunya penantang serius Amerika dikawasan Asia dan Afrika.

Rusia dan China sama-sama sangat memahami bahwa dibelahan dunia banyak negara — negara berkembang yang tidak menyukai gaya bergaul Amerika di pergaulan internasional, politik standar ganda Amerika adalah biang keladinya. Oleh sebab itu Rusia bersama China, India, Brazil dan Afrika Selatan membentuk BRICS, yakni sebuah kerjasama ekonomi antar negara.

Kekuatan dunia perlahan-lahan akan bergerak bergeser menuju Asia, kebangkitan China yang paling fundamental dalam kurun waktu 25 tahun terakhir telah mengusik Barat dan Amerika.

Hal yang paling menarik adalah ketika Rusia menginvasi Ukraina, negara-negara dikawasan Asia, Amerika Latin dan Afrika sebagian besar tidak mau menuruti keinginan Amerika untuk ikut memprotes invasi Rusia ke Ukraina.

Dan jauh-jauh hari hal tersebut diatas telah dianalisa oleh Prabowo sebelum menjadi orang nomor satu di republik ini.

INDONESIA, BRICS & AMERIKA

Keinginan Presiden Prabowo membawa Indonesia masuk menjadi bagian dari keanggotaan BRICS disambut baik oleh dua pentolan BRICS, China dan Rusia.

Bahkan Presiden Putin & Jienping dengan sangat senang hati menyambut keinginan pemerintah Indonesia itu.

Amerika dan Barat sangat kuatir dengan masuknya Indonesia dalam barisan BRICS akan dapat mempengaruhi negara-negara dikawasan Asia Tenggara.

Kekuatiran Amerika dan Barat terbukti, karena dalam pidatonya di forum SPIEF baru-baru ini Presiden Prabowo menyayangkan sikap negara-negara dikawasan Asia Tenggara yang terlalu menghamba dan bertumpu pada satu kekuatan saja (Amerika/Barat).

Sikap keras China dan Rusia yang memprotes keikutsertaan Amerika dalam konflik Israel-Iran membuat Amerika kelimpungan. Kedekatan Taheran dengan China dan Rusia juga membuat Amerika tidak dapat tidur nyenyak.

Kini Amerika sedang dihantui oleh mimpi yang paling ditakutkannya, yakni terbentuknya Poros Power Ranger yang beranggotakan China,Rusia, Korut, Iran, Turki dan Indonesia.

Maka untuk melemahkan posisi Indonesia, agen-agen Amerika yang ada di Indonesia membuat berbagai berita dan pernyataan-pernyataan yang menyesatkan di beberapa media mainstream terkait keikusertaan Indonesia menjadi anggota BRICS, hal yang sama yang pernah mereka lakukan ketika menjatuhkan presiden Soekarno hanya karena telah membangun kekuatan bersama China, Korut dan Uni Soviet.

Dengan bergabungnya Indonesia dalam keanggotaan BRICS, Presiden Prabowo menginginkan percaturan politik ekonomi dunia benar-benar fair. Presiden Prabowo juga ingin menghindari ketergantungan Indonesia pada Barat dan Amerika.

Dengan masuknya Indonesia di BRICS akan menjadi kunci utama permainan politik global dikawasan Asia, Asia Tenggara Khususnya dan di dunia pada umumnya.

Lihat saja bagaimana kesalnya Trump ketika mengetahui bahwa dirinya di prank oleh Prabowo terkait relokasi warga Gaza yang diinisiasi oleh dirinya.

 

 

*anwi/ pjmi/ wi/ nf/ 290625

Views: 22

RELATED POSTS
FOLLOW US

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *