Beranda / Kolom / POTENSI MUSTAHIL BERUBAH MENJADI PRESTASI TANPA PERSISTENSI

POTENSI MUSTAHIL BERUBAH MENJADI PRESTASI TANPA PERSISTENSI

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

Oleh: Amir Kumadin

 

Sulit dibantah, sebagian masyarakat kita masih ada yang percaya pada mitos bahwa keberhasilan atau prestasi, terutama dalam hal ini, keberhasilan dalam bisnis bergantung pada apa yang disebut hoki (shio, keturunan, bakat, pendidikan, usia, gender, bahkan tanggal lahir).

Sebagai seorang Muslim, Anda harus berpegang teguh pada apa yang diajarkan Nabi saw, bahwa keberhasilan (prestasi) apapun, termasuk sukses bisnisnya, itu bergantung pada apa yang disebut *DOA = DOA + ACTION*.

Allooh ‘Azza wa Jalla memberikan karunia-Nya kepada Anda berupa *KEBERHASILAN* atau *PRESTASI* itu, bukan ujug-ujug, sekonyong-konyong, tiba-tiba, serta-merta turun dari langit atau telah ditetapkan hokinya, atau karena bakatnya.

Tapi keberhasilan dan prestasi yang Anda dapat itu karena adanya SUATU SEBAB yang mendahuluinya, yaitu *USAHA, IKHTIAR*, atau *ACTION* yang Anda lakukan dengan berbagai manifestasinya.

Artinya, jika Anda ingin berhasil, sukses, atau berprestasi, maka Anda wajib mengusahakan SEBAB (faktor-faktor yang menyebabkan sukses itu) terlebih dahulu. Itulah hukum, aturan main, atau sunatullooh yang harus Anda patuhi.

Bukankah Nabi Muhammad saw dalam berjuang untuk mewujudkan harapan dan cita-citanya, adalah orang yang paling menderita, paling sakit, dan paling gigih diantara seluruh manusia di bumi?

Semenderita-menderita Anda, sesakit-sakit Anda, segigih-gigih Anda, masih menderita, sakit, dan gigih Nabi saw. Selama 13 tahun beliau mengalami kegagalan dan penolakan dari orang-orang Jahiliyah Mekah dengan diusir, diteror, dihina, dicaci-maki, dianggap gila, dilempari kotoran unta, batu, dan benda keras lainnya, bahkan berusaha mau dibunuh. Demikian juga, bukankah Thomas Alfa Edison, konon mengalami 10.000 kegagalan dalam percobaannya sebelum menemukan lampu pijar? Dan masih banyak lagi bukti dan teladan perjuangan yang sangat luar biasa lainnya, yang pada akhirnya menuai keberhasilan dan prestasi yang spektakuler.

Apa yang dilakukan oleh Nabi saw , atau oleh TA. Edison, dalam perjuangannya tersebut adalah apa yang disebut dengan *PERSISTENSI*. Yakni, tindakan (action) atau perjuangan yang dilakukan dengan gigih secara konsisten meskipun ada rintangan, kesulitan, dan tantangan apapun.

Itulah sebuah teladan abadi dan sangat berharga yang diajarkan Nabi saw kepada umatnya.

Jadi dengan demikian, setiap manusia, siapapun dia, memiliki *POTENSI* dan peluang yang sama, dan berhak mendapatkan keberhasilan, *PRESTASI*, atau terwujudnya harapan dengan syarat bahwa dia telah memenuhi apa saja yang dibutuhkan dari sebuah keberhasilan atau prestasi tersebut. Syaratnya adalah *PERSISTENSI…!!!*

 

 

 

 

 

*phofmu/ wi/ nf/ 280426

Views: 31

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *