WARTAIDAMAN.com
Yogyakarta Vivi Misroyani produser film Nia yang akan ditayangkan secara serentak di bioskop di Indonesia tanggal 4 Desember 2025 mendatang mengaku harus sabar menghadapi pertanyaan dari khalayak ramai yang sudah lama menantikan diputarnya film Itu. “Saya harus sabar melayani pertanyaan masyarakat tentang akan ditayangkannya film itu nanti.Bukan hanya sekedar menelpon ada yang video call juga” kata Vivi Misroyani hari Kamis (30/10/2025) ditengah kesibukan di Cirebon. Isteri sutradara kenamaan Ronni Mepet itu sejak tanggal 17 Oktober 2025 berada di kota Cirebon Jawa Barat syuting film bergenre horor “Arwah Legong” yang dibintangi artis pendatang baru Reina Moore.
Kisah di mulai dengan kematian tragis seorang penari Legong muda yang di kenal karena bakat luar biasa dan kesetiaannya terhadap tradisi. Namun, kematian itu tidak wajar — tubuhnya di temukan di belakang panggung setelah pementasan besar, dengan tanda-tanda bahwa ia di bunuh.
Dari sinilah cerita berkembang menjadi drama misteri dan spiritual yang melibatkan banyak tokoh dan lapisan konflik manusia. Arwah sang penari di yakini belum tenang, dan mulai “menghantui” orang-orang yang terlibat dalam hidupnya. Film ini tidak hanya berfokus pada “siapa pembunuhnya”, tetapi juga “mengapa” — menggali sisi gelap ambisi, kecemburuan, dan dosa tersembunyi di balik dunia seni.
Sebuah film drama tragis berjudul “NIA” yang diangkat dari kisah nyata seorang gadis penjual gorengan di Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Film ini diproduksi oleh Smaradana Pro, dengan jajaran produser yang meliputi Vivi Misroyani, Aditya Gumay, Nebhraj AL Nicki R V, Mohit Nv, Rani RI, Aswin Fabanyo, dan Nanditho Djohar. Aditya Gumay juga merangkap sebagai sutradara bersama Ronny Mepet, dan penulis skenario.
Film “NIA” mengisahkan kehidupan Nia Kurnia Sari (diperankan oleh Syakira Humaira), seorang gadis berusia 18 tahun yang sholehah, rajin, dan menjadi tulang punggung keluarga setelah perceraian orang tuanya. Nia berjuang keras membantu keluarganya dengan berjualan gorengan. Ibunya, Eli (Helsi Herlinda), menderita penyakit tiroid, sementara kakaknya Rini (Eka Maharani) berasal dari ayah yang berbeda, dan adiknya Mayang (Aisyah) masih sangat bergantung padanya. Ayah Nia, Asril (Zainal Chaniago), tinggal di Dumai dengan anak lelakinya yang lain.Kisah kelam Nia dimulai saat suatu sore, di tengah hujan, ia pulang berjualan melewati jalan sepi di tepi hutan. Di sanalah, Andri (Qya Ditra), seorang pemuda pengangguran dan residivis dari kampung sebelah, menyerangnya. Nia dibekap, dibunuh, diperkosa, sebelum jasadnya dikubur di tepi sungai irigasi. Insiden tragis ini mengguncang warga, yang kemudian bersama Makwo (Neno Warisman), polisi, dan warga lainnya melakukan pencarian intensif. Tiga hari kemudian, jasad Nia ditemukan.Andri melarikan diri, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Nia.(Moget)
*riha/ wi/ nf/ 301025
Views: 74








