Beranda / LifeStyle / SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Petir_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Petir_

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

 

Mengapa Raja Danang Sayidin Panotogomo memberikan ijin kepada Ki Ageng Batman untuk membawa Salahudin ke Kediri, padahal Salahudin baru saja ditugaskan oleh Raja Danang Sayidin Panotogomo untuk mencari seluruh anggota keluarga Istana Kerajaan Matraman Raya, yang bisa jadi akan terancam keselamatannya oleh aksi Raja Adi Seruling Sakti wong Solo 2 periode?

Mengapa pula, Wahyudi merasa ada yang aneh di lokasi kebun singkong yang mirip food estate tapi tidak tumbuh tanaman jagung di sana, karena pada dia merapal ajian Mendung Menurunkan Hujan tiba-tiba ada petir menyambar yang mengakibatkan tubuh Raja Adi Seruling Sakti jatuh terjerembab ke tanah?

Mengapa Wahyudi tidak menceritakan hal itu di sidang paripurna saat Raja Danang Sayidin Panotogomo bersabda memerintahkan Salahudin untuk menyelamatkan seluruh anggota Istana Kerajaan Matraman Raya, bahkan dengan hadiah Putri Ana Ratu Madiun yang merupakan salah satu istrinya, untuk dijadikan istri Salahudin?

Ada apa di Kediri?

Mengapa Ki Ageng Batman ingin membawa Salahudin ke Kediri untuk mohon doa restu?

Mengapa Wahyudi justru ikut rombongan Ki Ageng Batman menuju ke Kediri?

Mengapa ada Duka di Kediri, padahal Ki Ageng Batman membawa Salahudin menuju ke Kediri justru ingin mohon doa restu?

Bupati Kediri adalah Bagus Cinekel ayah kandung Pangeran Hafiz Bagus Tinukur. Bagus Cinekel merupakan putra Raja Slamet yang juga merupakan ayahanda Pendekar Langit Abu Arang yang menguasai ajian Seribu Bulan.

Bagus Cinekel juga merupakan sahabat baik Ustaz Bondan Kaja yang masih dianggap keturunan Ki Ageng Selo yang dipercaya dapat menangkap petir. Ustaz Bondan Kaja merupakan ayahanda Raja Danang Sayidin Panotogomo.

Ada pun Raja Slamet di waktu kecil menjadi anak angkat Dusmin dan Ijah, yang merupakan staf ahli rumah tangga di Tanah Perdikan Malembang di tepian Kali Gajah Wong Pimpinan Ki Ageng Batman.

Saat Ki Ageng Batman membawa Salahudin, serta ke dua anaknya Jalal dan Tanjung, Dusmin dan Ijah dititipkan di Kediri. Untuk itu Ki Ageng Batman bermaksud pergi ke Kediri, agar Salahudin dapat mohon doa restu kepada ke dua orang tuanya di Kediri.

Tetapi setelah kebahagiaan yang tak terkira merasuk ke dalam jiwa Dusmin dan Ijah karena melihat Salahudin kini menjadi orang yang sakti mandraguna, tiba-tiba kesedihan muncul dan mengganggu jiwa Dusmin, setelah mengetahui bahwa Salahudin anaknya yang baru saja kembali dan mampu membuat jiwanya begitu mekar karena bahagia, ternyata harus pergi lagi, karena harus menjalankan tugas dari Raja Danang Sayidin Panotogomo.

Salahudin ditugaskan untuk mencari dan menyelamatkan Putri Raisa, Ustaz Bondan Kaja, Putri Biyan istri Ki Ageng Batman, ibunda Wahyudi, Putri Anya istri Raja Danang Sayidin Panotogomo dan Pangeran Musthofa, serta Bunda Lilik ibunda Putri Raisa.

Walau pun sampai saat ini lokasi anggota keluarga Istana Kerajaan Matraman Raya itu belum diketahui rimbanya. Jangankan lokasi, tanda-tanda mereka bermukim saja tidak ada yang tahu.

Qadarullah Dusmin meninggal dunia di pangkuan Salahudin anak kandungnya sendiri.

Hal itu membuat Raja Slamet kehilangan kendali. Selama Salahudin pergi, Dusmin ayah angkatnya aman-aman saja tinggal bersamanya di Kediri.

Tiba Salahudin datang dan mau pergi lagi, Dusmin ayah angkatnya meninggal. Kontan Raja Slamet langsung menantang Salahudin untuk bertanding. Dia tidak terima Dusmin meninggal gara-gara Salahudin mau pergi lagi.

Apalagi Raja Slamet merasa dirinya bukan makhluk sembarang di muka bumi. Raja Slamet merupakan tokoh yang menguasai ajian Seribu Bulan pertama kali.

Raja Slamet belum mendapatkan info bahwa Salahudin sudah mengusai dua ajian sekaligus, ajian Telapak Tangan Langit Raja Armando dan ajian Seribu Bulan Raja Slamet.

Salahudin yang awalnya sangat menghormati kakak angkatnya Raja Slamet, tetapi begitu ditantang terus menerus, darah mudanya naik.

Sontak Salahudin pun meladeni tantangan Raja Slamet.

Raja Slamet pun langsung melompat ke luar pendopo dan kemudian diikuti oleh Salahudin dengan gerakan yang tidak kalah cepatnya.

Hal itu membuat Wahyudi terkejut. Ini berbahaya bagi kedua belah pihak kalau sampai terjadi konfrontasi sangkur demi sangkur.

Lalu Wahyudi teringat kepada Bupati Kediri Bejo Cinekel yang mampu mengerahkan ajian Mendung Pembawa Hujan. Wahyudi berharap Bejo Cinekel dapat meredakan amarah yang membara di dalam dada Raja Slamet dan Salahudin.

Di saat ketegangan sudah begitu memuncak di luar pendopo Kabupaten Kediri karena Raja Slamet dan Salahudin akan tanding tiyoso, tiba-tiba langit menjadi gelap dan kemudian turun hujan.

Awalnya hujan turun rintik-rintik tetapi kemudian makin lama semakin lebat.

Lalu terdengar suara Bupati Kediri Bejo Cinekel,”Ayahanda Raja Slamet mohon bersabar. Apa pun yang terjadi di dunia ini sudah menjadi taqdir Allah. Kematian kakek Dusmin bukan karena kesalahan Salahudin, tetapi mungkin memang sudah begitu jalan yang dikehendaki Allah Ta’ala.”

Tampaknya Raja Slamet dan Salahudin mendengar kata-kata Bupati Kediri Bejo Cinekel, apalagi hujan yang turun pun semakin lebat. Hal itu membuat suasana yang tadinya panas oleh hawa permusuhan antara Raja Slamet dan Salahudin menjadi hening.

Tetapi hal itu tidak berlangsung lama, karena tiba-tiba Wahyudi melompat ke luar pendopo, sambil berteriak-teriak,”kok tidak ada petirnya? Kok tidak ada oetirnya?”

“What‘s? Petir!” Teriak Bupati Kediri Bejo Cinekel.

“Itu Ustaz Bondan Kaja!” Lanjut Bupati Kediri Bejo Cinekel.

“Di mana kamu melihatnya, Wahyudi?” Tanya Bupati Kediri Bejo Cinekel.

Sungguh, dalam kesulitan ada kemudahan
Dalam kesulitan ada kemudahan.

Subhanallah.

 

 

 

oleh: MJK, jurnalis PJMI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*mjkr/ pjmi/ wi/ nf/ 210126

Views: 72

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *