Beranda / SYIAR HIJRAH / BAHAYANYA MAGHRUR

BAHAYANYA MAGHRUR

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

Dr.H.M.Suaidi,M.Ag.

 

Orang yang maghrur sering kali tertipu oleh gemerlap dunia dan janji palsu setan, merasa bahwa mereka tidak akan dihukum atau akan hidup selamanya. 
Surat Fatir (35) Ayat 5
Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ

Wahai manusia, sesungguhnya janji Allah itu benar. Maka, janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah.

Ayat ini secara langsung memperingatkan tentang penipu (al-ghurur) yang dimaksud adalah setan, yang menipu manusia agar merasa aman dari siksa Allah dan menganggap remeh perintah-Nya

Bahaya maghrur adalah terperangkap dalam kesombongan diri, di mana seseorang merasa aman dan puas dengan ibadah atau amal perbuatannya sehingga melupakan kekurangan lainnya, padahal Allah SWT mungkin saja tidak menerima amalnya karena ia tidak menjaga hal-hal mendasar seperti akhlak, kejujuran, dan kewajiban lainnya. Hal ini dapat berujung pada penolakan amal ibadah di sisi Allah, membuat seseorang sia sia di mata Allah meskipun terlihat hebat di mata manusia. 

Bentuk dan bahaya maghrur:

Mengabaikan kewajiban lain: Seseorang bisa merasa hebat karena banyak puasa, tetapi sering menggunjing, berdusta, atau membiarkan anak-anaknya tidak terdidik.

Fokus pada ibadah formal:
Melakukan banyak haji atau ibadah sunnah lainnya, tetapi tetap zalim, tidak melunasi utang, tidak meminta rida orang tua, dan tidak memperdulikan hal-hal mendasar seperti najis atau salat berjemaah fardu.
Merasa selamat dari kesombongan:

Menganggap dirinya sudah selamat karena banyak melakukan ibadah, padahal penyakit maghrur ini lebih berbahaya karena ia adalah ‘penyakit dalam’ yang tidak terlihat, mirip dengan pasien demam yang hanya diberi obat penurun demam tanpa mengobati penyakit intinya.

Menjadi sia sia di mata Allah: Meskipun di mata manusia dianggap hebat atau alim, orang yang maghrur bisa menjadi sia-sia di hadapan Allah karena kesombongan dan kelalaiannya dalam menjaga hal-hal esensial.

Surat Luqman (31) Ayat 33
“Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) setan, yang pandai menipu, memperdayakan kamu dalam (ketaatan) kepada Allah.
Ayat ini kembali menekankan bahaya tipu daya setan (al-ghurur) dalam menjauhkan manusia dari ketaatan yang hakiki kepada Allah. 

Muga bermanfaar.

 

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 141125

Views: 62

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *