Dr.H.M.Suaidi,M.Ag
Nafsu amarah (لامارة بالسوء ) adalah tingkat terendah dari nafsu manusia yang selalu mendorong pada kejahatan, keburukan, dan sifat destruktif seperti marah, sombong, dengki, dan rakus. Bersumber dari Al-Qur’an, nafsu ini merujuk pada dorongan jiwa yang mengikuti hawa nafsu dan setan, yang jika tidak dikendalikan akan membawa kerugian dan penyesalan.
Q.S. yusuf Ayat.53:
وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Nabi Yusuf sebagai manusia mengakui bahwa setiap nafsu cenderung dan mudah disuruh untuk berbuat jahat kecuali jika diberi rahmat dan mendapat perlindungan dari Allah. Yusuf selamat dari godaan istri al-Aziz karena limpahan rahmat Allah dan perlindungan-Nya, meskipun sebagai manusia Yusuf juga tertarik pada istri al-Aziz sebagaimana perempuan itu tertarik kepadanya seperti diterangkan pada ayat 24:
وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِۦ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ أَن رَّءَا بُرْهَٰنَ رَبِّهِۦ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلْفَحْشَآءَ ۚ إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُخْلَصِينَ
Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.
Katagori nafsu amarah:
1. Sombong (Nafs Rubuubiyyah),
2. malas, menuruti syahwat seksual berlebihan (Nafs Bahiimiyyah),
3. suka memakan hak orang lain/buas (Nafs Sabuu’iyyah), dan
4. suka mengadu domba/fitnah (Nafs Syaithaniiyyah).
Muga bermanfaat
*anwi/ wi/ nf/ 070226
Views: 37










