Beranda / SYIAR HIJRAH / HARI DALAM KONTEKS BULAN HIJRIYYAH DIMULAI SAAT WAKTU MAGHRIB TIBA

HARI DALAM KONTEKS BULAN HIJRIYYAH DIMULAI SAAT WAKTU MAGHRIB TIBA

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

Oleh: Amir Kumadin

 

Saat dimana waktu Maghrib tiba, adalah saat dimana pergantian hari terjadi.

Awal hari dan tanggal dalam bulan dan Tahun Hijriyyah adalah ketika waktu Maghrib tiba.

Misal, sekarang hari Senin pagi tanggal 23 Februari 2026 M/5 Romadhon 1447 H.

Nanti saat dimana waktu Maghrib tiba, maka sejak saat itu juga adalah sudah masuk *”Hari Selasa”* atau *”Selasa Malam”*, bukan lagi *”Senin Malam”* atau *”Malam Selasa”*…!

Jika esok pada siang harinya, maka disebut *”Selasa Siang”* (pagi, siang sore) atau *”Hari Selasa”*.

Memang disini ada konsekuensi logis *IRISAN HARI* yang tidak bisa dihindari, yang beda konteks dan perspektif (sudut pandang) dari masing-masing Tahun Hijriyyah dan Tahun Masehi. Hal itu tdk masalah, tdk jadi soal.

Irisan hari terjadi selama kurang-lebih 6 jam, yakni misalnya dari waktu Maghrib tiba pada pukul 18:00 sampai dengan pukul 00:00 tengah malam.

Pada *Senin Malam pukul 18:00 – 00:00* dalam konteks hari, bulan, dan tahun Masehi, maka dalam konteks hari, bulan, dan tahun Hijriyah sudah masuk dan disebut *Selasa Malam* atau *Hari Selasa*.

Sehingga, bahasa atau istilah waktu hari yang diawali kata *”malam”* dalam hari, bulan dan Tahun Hijriyyah tidak berlaku lagi.

Misal:

Malam Senin.
Malam Selasa
Malam Jum’at, dst.

Tapi menjadi:

Senin Malam.
Selasa Malam.
Jum’at Malam, dst.

Jangan heran, sebenarnya Anda bisa menggunakan dua-duanya dalam waktu yang bersamaan.

Tinggal konteks mana, apakah kita mau menggunakan Tahun Hijriyah atau Tahun Masehi….?

Hadits2 Nabi saw. dalam menjelaskan dan mengungkap eksistensi dan fadhilah dari suatu hari atau bulan, atau dari ibadah2 lainnya itu berdasarkan tanggal, bulan dan Tahun Hijriyyah.

Contoh, Sholat Tarowih itu dimulai pada tanggal 1 Romadhon. Tgl 1 Romadhon kan dari waktu Magrib tiba. Munculnya atau pergantian tanggal itu berbarengan dengan munculnya/pergantian hari…!!!

Bukankah Anda dalam ibadah tersebut menggunakan hari, tanggal, bulan dan Tahun Hijriyyah?

Artinya, dalam hal ibadah Anda menggunakan konteks dan perspektif hari, tanggal, bulan dan Tahun Hijriyyah.

Tahun Hijriyah itu dihitung berdasarkan peredaran *bulan* dalam mengelilingi *bumi*.

Lain ladang lain belalang, lain Tahun Hijriyah lain pula Tahun Syamsiyah/Masehi.

Jika menentukan waktu2 sholat, konteksnya lebih universal lagi, yakni berdasarkan peredaran Bumi dalam mengelilingi Matahari (Tahun Matahari/Syamsiyah).

Lebih dari itu, kita Ummat Islam, mulai sekarang, sudah semestinya dalam hidupnya disamping menggunakan hari dan tanggal, bulan, dan Tahun Matahari (Masehi), juga menghafal dan menggunakan hari, tanggal, bulan, dan Tahun Hijriyyah.

Dengan tulisan yang *Anti Mainstream* atau *Out of the Box* dan ilmu yang berdasarkan sains ini, maka yuk kita mulai sekarang juga, meng-install *mindset baru* tersebut di atas…!

Sehingga nanti ilmu tersebut akan menjadi hidup, kebiasaan, dan karakter dalam diri kita dalam menjalani hidup ini yang hanya SEKELEBAT…!!!

 

 

 

 

 

*phofmu/ wi/ nf/ 240226

Views: 38

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *