
WARTAIDAMAN.com
Dr.H.M.Suaidi,M.Ag.
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ .
Di antara mereka ada juga yang berdoa, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.Q.S.Al baqarah,Ayat 201.
Ada empat golongan yang akan mendapatkan kebahagiaan dan kesengsaraan di dunia dan akhirat:
Pertama: Bahagia di dunia dan bahagia di akhirat
(سعيد فى الدنيا وسعيد فى الاخرة),
Inilah yang diimpikan oleh
semua orang, yaitu orang yang hidup serba berkecukupan, mendapat harta secara halal, tidak satupun ada celah kekurangan baginya, sedangkan dalam urusan akhirat, dia mampu menjaga Shalat 5 waktu, tidak dibenci dan selalu menjaga silaturrahmi, tidak lupa berzakat dan bersedekah, tidak pernah berkeluh kesah, bersikap rendah hati, peduli terhadap sesama dan selalu menjaga silaturrahmi, inilah orang amat mulia disisi Allah SWT.
Kedua, Sengsara di dunia dan bahagia di akhirat
(شقي في الدنيا وسعيد في الاخرة)
Allah SWT telah mentakdirkan di antara hamba-hamba-Nya yang hidup sengsara di dunia. Mereka mendapatkan ujian yang dahsyat berupa kekurangan harta dan makanan, ditinggalkan oleh istri dan anak-anak, dimusuhi oleh banyak kalangan di muka bumi, dan kesusahan-kesusahan lainnya, semuanya dihadapi dengan syukur dan bersabar.
Semua itu hanya berfungsi sebagai ujian, bukan hukuman. Sebab kesudahannya, mereka berhak atas kebahagia akhirat. Dalam firman Allah Ta’ala surat Ali ‘Imran , ayat 200,
يا ايهاالذين امنوا اصبروا وصا بروا ورا بطوا واتقوا الله لعلكم تفلحون
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.
Ketiga: Orang yang bahagia didunia dan sengsara di akhirat
(سعيد في الدنيا وشقى في الاخرة)
Kehidupan dunia yang sementara ini sebagai sarana yang dimanfaatkan untuk menggapai kemuliaan dunia saja dengan mengikuti hawa nafsu belaka, harta berlimpah ruah, jabatan mereka yang tinggi, pasangan yang rupawan, dan gelar-gelar bahagia dunia lainnya yang banyak mereka raih, namun mereka melupakan kehidupan ukhrawi yang lebih penting.
Kaya harta, tinggi jabatan, dan bermegah-megahan lainnya, mereka seringkali membuat orang beriman merasa iri. Padahal, ada bahaya besar yang disiapkan untuknya di akhirat kelak yaitu Neraka Jahannam.
Lantaran niat dan orientasinya yang fokus untuk kebahagiaan dunia saja, maka Allah SWT pun tidak memberikan sedikit pun kesenangan kepadanya di akhirat nanti, dia tidak mendapatkan apa-apa, kecuali kesengsaraan di neraka.
Dan yang ke empat: Sengsara di dunia dan sengsara di akhirat
(شقي في الدنيا وشقي في الاخرة)
Celaka dan merugi, hidup di dunia tiap hari penuh penderitaan dan kesengsaraan, sedangkan kewajibannya kepada Allah SWT dilupakannya,
Tiap hari hidupnya diseliputi dengan kesedihan dan kesusahan, bahkan kemiskinan dan kesengsaraan, orang lain tidak mau menghiraukan nasibnya karena prilakunya yang tidak baik, tidak ada sedikitpun nilai-nilai kebaikan dalam dirinya, sedangkan dalam urusan ibadah dia abaikan, tanpa sedikitpun amal ibadah di dunia sebagai bekal menuju akhirat nantinya. Jika ada didapatkan orang yang kehidupannya demikian, maka dia adalah orang yang di dunia sengsara dan di akhirat nanti masuk neraka, inilah orang-orang yang paling merugi, sudah sengsara di dunia, dan di akhirat menderita pula.
Mudah-mudahan kita sebagai orang yang beriman dengan harapan kebahagian dunia dan bahagia di akhirat, seandainya kita tidak bisa meraih yang pertama, bahagia di dunia dan akhirat, paling tidak kita mampu meraih yang kedua yaitu, sengsara di dunia dan bahagia di akhirat, sedangkan sengsara masih ada harapan untuk bahagia.
Muga bermanfaat.
*aw/ pjmi/ wi/ nf/ 040425