Dr.H.M.Suaidi,M.Ag.
A. Menghadap Allah dalam Kondisi Nikmat
Saat dianugerahi nikmat, sikap yang benar adalah bersyukur. Syukur adalah pengakuan tulus bahwa segala kebaikan berasal dari Allah SWT semata. Cara menghadap Allah dalam kondisi nikmat meliputi:
1. Pengakuan Hati: Menyadari bahwa nikmat, sekecil apa pun, adalah anugerah dan kemurahan Ilahi, bukan semata-mata hasil usaha sendiri.
2. Ucapan Lisan: Mengucapkan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah) sebagai bentuk pujian dan terima kasih.
3. Perbuatan Anggota Badan: Menggunakan nikmat tersebut (harta, kesehatan, waktu luang, dll.) untuk beribadah dan melakukan amal saleh, bukan untuk bermaksiat atau hal yang sia-sia. Contohnya adalah menunaikan salat, bersedekah, dan membantu sesama.
4. Kerendahan Hati: Tidak menjadi sombong atau lupa diri, melainkan semakin taat dan mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam Surat Ibrahim Ayat 7
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.
B. Menghadap Allah dalam Kondisi Ujian .
Ujian adalah bagian niscaya dari kehidupan untuk menguji kualitas keimanan dan meningkatkan derajat seorang hamba di sisi Allah. Cara menghadap Allah dalam kondisi ujian meliputi:
1. Sabar: Menahan diri dari berkeluh kesah, marah, atau berputus asa. Sabar berarti menerima takdir Allah dengan lapang dada dan penuh keikhlasan.
2. Mengucapkan Istirja: Segera mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un” (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali) saat musibah menimpa, yang menunjukkan penyerahan diri total kepada kehendak Allah.
3. Berprasangka Baik (Husnuzhan): Meyakini bahwa di balik setiap ujian pasti ada hikmah dan kasih sayang Allah, dan Allah tidak membebani hamba di luar kemampuannya.
4. Memperbanyak Doa dan Zikir: Memohon pertolongan, petunjuk, dan jalan keluar kepada Allah SWT, serta memperbanyak mengingat-Nya agar hati tetap tenang.
5. Ikhtiar dan Tawakal: Tetap berusaha mencari solusi dan jalan keluar dari masalah yang dihadapi (ikhtiar), kemudian berserah diri sepenuhnya kepada keputusan Allah (tawakal).
Dalam Q.S. Al Muluk Ayat 2.
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ .
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Muga bermanfaat.
*anwi/ wi/ nf/ 121125
Views: 24











