Musibah, Bala, dan Fitnah dalam Alquran

Posted by : wartaidaman 13/11/2025
 
WARTAIDAMAN.com 

 

 

Dr.H.M.Suaidi,M.Ag.

 

Beberapa istilah yang digunakan untuk menggambarkan tentang bencana, malapetaka, atau musibah dalam Alquran
Allah Menegaskan :

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘inna lillaahi wa inna ilaihi raji’un’ (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).(QS al-Baqarah ayat 156).

ada juga istilah bala atau ibtilaa. Dan istilah fitnah yang berarti ujian. Juga, azab. Masing-masing kata ini punya penekanan dan makna tersendiri. Musibah itu pada dasarnya adalah sesuatu yang menimpa sehingga bisa berarti baik dan juga bisa berarti buruk. 

Namun, dalam Alquran, kata ‘musibah’ konotasinya lebih kepada sesuatu yang menyakitkan, yang menimbulkan bahaya bagi manusia dan lingkungan.

Musibah, terjadi atas kehendak dan atas izin Allah SWT. Sedangkan bala, ada yang berbentuk kebaikan dan keburukan. Bala dalam bahasa Indonesia, makna konotasinya adalah malapetaka, atau sesuatu yang tidak menyenangkan.

Namun, di dalam Alquran, makna bala bisa dalam bentuk kebaikan dan keburukan, sebagaimana firman Allah SWT:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS al-Anbiya ayat 35).

Misalnya Nabi Sulaiman, yang ketika di beri berbagai macam nikmat, maka itu menjadi ujian baginya apakah akan menjadi orang yang bersyukur atau kufur atas nikmat tersebut,

Sedangkan fitnah, akar katanya ialah fatana atau fatina. Fitnah memiliki arti menempa sesuatu agar tampak aslinya. Misalnya, emas ditempa dengan api supaya kelihatan kadar yang sesungguhnya. Karena itu, fitnah adalah sesuatu yang terjadi untuk mengungkap hakikat sesuatu atau keadaan seseorang.

Dengan fitnah, seseorang akan dilihat apa kah dia akan menjadi orang baik atau tidak. “Kalau azab, lebih kepada siksaan buat orang-orang yang melakukan kesalahan dan kufur. Dan ini ada yang bersifat duniawi, ada yang bersifat ukhrawi.

apa yang dialami oleh masyarakat terjadinya tanah longsor dan banjir bandang akibat bencana alam saat ini adalah musibah. Itu sesuatu yang dikehendaki oleh Allah SWT untuk menguji kualitas keimanan seseorang.

Di antara hikmah musibah, pertama adalah untuk mengampuni segala dosa. Kedua, untuk meng angkat derajat seseorang. 

Musibah sekecil apa pun, sekalipun hanya tertusuk duri, bisa mengampuni dosa dan mengangkat derajat seorang hamba.   

Muga bermanfaat

 

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 131125

Views: 37

RELATED POSTS
FOLLOW US

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *