Beranda / SYIAR HIJRAH / Pentingnya Membumikan Al Qur’an

Pentingnya Membumikan Al Qur’an

 

WARTAIDAMAN.com   

 

 

Dr. H.M.Suaidi,M.Ag.

Membumikan Alquran artinya. mengimplementasikan nilai-nilai luhur Kitab Suci tersebut di kehidupan sehari-hari. Begitulah tujuan risalah agar nilai-nilai Qurani teraplikasikan dalam kehidupan riil di bumi, bukan mengawang-awang di langit. Sebagaimana Umar bin Khattab ra berkata, tak pernah satu pun ayat yang sahabat pelajari langsung dari Rasul kecuali telah mereka praktekkan.

Alquran adalah kitab suci umat Islam dan diturunkan Allah SWT pada tanggal 17 Ramadan sebagai hudan (petunjuk), bayyinah (penjelas) dan furqan (pembeda antara yang benar dan salah) dari Lauh al-Mahfuzh ke Bait al-Izzah (langit dunia) secara sekaligus (30 juz). Demikian menurut jumhur ulama berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas ra. (HR ath-Thabarani)[1].

Dalam Surah al-Baqarah ayat 184;

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ

Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata yang menunjuk kepada kebenaran, yang membedakan (antara yang haq dan yang bathil).

Berbicara tentang membumikan Alquran tentu kita sudah mengenal buku yang dikarang oleh Prof. Dr. Quraish Shihab, juga buku yang dikarang oleh Dr. Hamka Azka yang berjudul Membumikan Alquran di Sekolah. Menurut beberapa sumber, ungkapan membumikan Alquran secara implisit mengandung makna bahwa Alquran kini masih melangit sehingga karenanya perlu dibumikan. Tentunya dalam pengertian hakikinya, Alquran sebenarnya telah membumi begitu Allah menurunkan ayat Alquran yang terakhir kepada Rasulullah SAW. Maka yang dimaksud dengan ungkapan membumikan Alquran sebenarnya adalah maknanya yang majazi (metaforis), bukan makna hakikinya.

Dalam makna metaforisnya, perkataan membumikan Alquran mengisyaratkan jauhnya Alquran dari kenyataan kehidupan yang kita hadapi. Padahal, idealnya Alquran itu dekat dengan kita. Dekat dengan kehidupan kita di sini, dan saat ini. Jadi membumikan Alquran mengandung pengertian adanya upaya untuk mewujudkan yang jauh menjadi yang dekat, yakni mendekatkan dua kondisi yang berbeda, kondisi ideal Alquran di satu sisi, dan kondisi nyata kehidupan umat di sisi lain. Sekarang –katakanlah– yang diterapkan hanya 5% saja dari Alquran, padahal seharusnya 100% Alquran harus diterapkan. Untuk dapat mewujudkan kondisi ideal ini, diperlukan upaya konkrit yang mendasar berupa aktivitas memahami dan menerapkan Alquran itu ke dalam realitas yang ada. Memahami adalah aktivitas yang pertama, sedang buahnya adalah penerapan dalam kenyataan. Berangkat dari sini, maka membumikan Al-Quran dapat diberi arti sebagai upaya memahami dan menerapkan Alquran secara sempurna dalam realitas.

membumikan Alquran di bumi nusantara dapat dilihat dari sisi pesan universalan Alquran, adanya bangsa sebagai bangsa yang beragama, tumbuh dan munculnya cendekiawan-cendekiawan muslim di Negara Indonesia dengan berkembangnya pesantren-pesantren di Indonesia merupakan potensi besar dalam pembumian Alquran. Sedangkan tantangannya adalah masih rendahnya pemahaman agama sehingga mengakibatkan kesenjangan antara teori dan pengamalan, seiring dengan pembangunan menjadi berpotensi paham agama dan paham sekularisme.
والله اعلم

 

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 260725

Views: 479

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *