Bismillahirrahmannirahim
Assalamualaikum Waramatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya bagi Allah, yang menggenggam langit dan bumi, yang memberi rezeki kepada setiap makhluk tanpa terkecuali. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, yang telah membimbing kita menuju jalan hidup yang penuh keberkahan.
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Coba kita bayangkan sejenak…
Setiap pagi manusia keluar dari rumahnya. Ada yang mengendarai motor, ada yang berjalan kaki, ada yang membawa barang dagangan, ada yang pergi ke kantor. Wajah mereka penuh harapan.
Semua mengejar satu hal yang sama: *rezeki.*
Namun pertanyaannya bukan hanya: *berapa banyak rezeki yang kita dapatkan?*
Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: *apakah rezeki itu diridhai oleh Allah?*
Saat manusia mengejar dunia
Saudara-saudaraku,
Di zaman sekarang, manusia sering diukur dengan angka.
Gaji berapa? Rumah sebesar apa? Mobil apa?
Karena itu banyak orang rela melakukan apa saja demi uang. Ada yang menipu, ada yang berbohong, ada yang mengambil hak orang lain. Dunia terlihat indah di depan mata, tetapi mereka lupa satu hal:
*Allah melihat semuanya.*
Mungkin manusia bisa tertipu.
Mungkin orang lain tidak tahu.
Tetapi tidak ada satu pun yang tersembunyi dari Allah.
Rezeki haram tidak membawa ketenangan
Saudara-saudaraku,
Bayangkan seseorang pulang ke rumah dengan membawa banyak uang, tetapi uang itu didapat dari cara yang tidak halal.
Ia makan dari uang itu.
Keluarganya makan dari uang itu.
Anaknya tumbuh dari uang itu.
Tetapi Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa *
*daging yang tumbuh dari yang haram lebih pantas bagi neraka*.
Apakah kita siap mempertaruhkan akhirat kita hanya demi harta yang sementara?
Rezeki halal mungkin sederhana, tetapi penuh berkah
Ada orang yang bekerja keras dari pagi hingga sore. Penghasilannya tidak besar. Rumahnya sederhana. Hidupnya biasa saja.
Tetapi ia jujur.
Ia tidak mengambil hak orang lain.
Ia menjaga shalatnya.
Malam hari ia tidur dengan hati yang tenang.
Saudara-saudaraku, *
*ketenangan seperti ini tidak bisa dibeli dengan uang sebanyak apa pun.*
Itulah yang disebut **barakah**.
Rezeki sudah ditentukan Allah
Allah sudah menetapkan rezeki setiap makhluk. Tidak ada satu pun manusia yang bisa mengambil rezeki orang lain.
Jadi mengapa kita harus mencarinya dengan cara yang haram?
Apa yang Allah tetapkan untuk kita *tidak akan pernah tertukar*.
Yang perlu kita lakukan hanyalah berusaha dengan cara yang halal, jujur, dan penuh keimanan.
Saudara-saudaraku,
Suatu hari nanti kita semua akan berdiri di hadapan Allah.
Bukan ditanya berapa banyak harta kita.
Tetapi ditanya:
*Dari mana kita mendapatkannya, dan ke mana kita membelanjakannya.*
Pada hari itu tidak ada lagi jabatan.
Tidak ada lagi kekayaan.
Yang tersisa hanyalah *
*amal dan kejujuran kita di hadapan Allah*.
Maka marilah kita berdoa:
> Ya Allah, jika rezeki itu menjauhkan kami dari-Mu, maka jangan Engkau berikan kepada kami.
> Tetapi jika rezeki itu mendekatkan kami kepada-Mu, maka lapangkanlah untuk kami dan berkahilah kami dengannya. 🤲
Insya Allah menjadikan kita hamba yang mencari rezeki dengan cara yang halal, yang hidup dengan keberkahan, dan yang kelak pulang kepada-Nya dengan hati yang tenang.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*moadma/ pjmi/ wi/ nf/
Views: 36







