Oleh: Amir Kumadin
Ada banyak hikmah dan manfaat luar biasa dari ta’ziyah, atau dalam majelis-majelis zikir lainnya, yang bisa Anda ambil dan dapatkan, yang terkadang Anda tidak tahu, atau Anda tidak menyadarinya. Dimana hikmah dan manfaat tersebut amat sangat Anda butuhkan di dunia ini maupun di akhirat kelak.
Apa saja itu?! Ketika Anda berta’ziyah, maka:
- Anda sedang silaturrohmi. Hikmah dan manfaat silaturrohmi dan yg berkaitan dengannya banyak sekali. Termasuk jika memutuskannya adalah dosa besar dan merupakan kemaksiatan.
- Anda sedang ta’lim (menuntut ilmu). Ada segudang dalil, perintah, dan keutamaan dari menuntut ilmu dan ilmu itu sendiri.
- Anda sedang tegur sapa, salam, dan senyum. Dimana di dalamnya ada doa, sedekah, dan persaudaraan. Bukankah salam (doa) dan senyum Anda kepada orang lain itu, merupakan manifestasi dari sedekah Anda kepada mereka?
- Anda sedang membaca Al-Qur-an. Dimana Anda mungkin jarang sekali membaca Al-Qur-an di rumah. Dari itu, berta’ziyah merupakan kesempatan terbaik bagi Anda untuk membaca Al-Qur-an. Banyak sekali dalil2 yg memerintahkan untuk membacanya. Dimana secara sains sangat berguna bagi kesehatan Anda apalagi syafa’atnya yg sangat Anda butuhkan di akhirat nanti.
- Anda sedang membaca tahlil, tasbih, tahmid, dll. Dimana di dalamnya adalah dzikir kepada-Nya. Bahkan nilai pahala dan kebaikannya lebih besar dari langit dan bumi beserta isinya. Bacaan-bacaan/dzikir2 tersebut, akan memberatkan amal2 baik Anda dari amal2 buruknya.
- Anda sedang mendoakan dirinya sendiri dan pada saat yang sama, Anda juga sedang mendoakan orang lain. Dalam satu hadits dinyatakan bahwa, jika Anda mendoakan orang lain, maka hakikatnya Anda sedang mendoakan dirinya sendiri. Sehingga ketika Anda mendoakan atau menghadiahkan doa, bacaan Al-Qur-an, dll kepada orang lain, maka ada dua doa dan kebaikan, yaitu doa dan kebaikan untuk diri Anda sendiri dan untuk orang yang Anda doakan. Lebih dari itu, mendoakan orang lain juga merupakan salah satu manifestasi sedekah Anda.
- Anda bukan saja sedang mendoakan ahli kubur dan leluhur orang lain (shohibul musibah), Anda bukan saja sedang mendoakan ahli kubur dan leluhur Anda sendiri (orang tua, kakek-nenek, buyut, dst) yg telah tiada atau yg telah pulang ke haribaan Ilahi (rohmatullooh), *TAPI* Anda juga sedang mendoakan seluruh kaum muslimin, baik yang masih hidup maupun yang sdh wafat. Dimana dalam hidup Anda mungkin jarang sekali mendoakan mereka, dan Anda juga mungkin jarang ziarah kubur. *AKAN TAPI* ketika Anda berta’ziyah, Anda sedang mendoakan mereka. Misal, dalam wasilah bacaan Al-Faatihah untuk mereka. Yakni, *”summa khushushon ilaa ruuhi aabaa-inaa wa ummahaatinaa, wa jaddaatinaa”*, atau dalam doa, *”Alloohummagh-fir lil-muslimiina wal muslimaat, wal-mu’miniina wal-mu’minaat”*, dan seterusnya….! Jadi dalam ta’ziyah atau dalam majelis dzikir lainnya itu, merupakan *KESEMPATAN EMAS BAGI ANDA UNTUK MENDOAKAN MEREKA….! KAPAN LAGI ANDA MENDOAKAN AHLI KUBUR LELUHUR ANDA SENDIRI…?!*
- Dan lain-lain….!!!
*Tentu, semua itu ada syaratnya. Syaratnya adalah:*
A. Niat karena Allooh.
B. Khusyu’, sungguh-sungguh, dan totalitas dalam proses ta’ziyah tersebut dari awal hingga akhir. Yaitu dalam bacaan2 yang seharusnya dibacanya. Jika belum hafal Suroh Yaasiin, maka membacanya harus melihat Al-Qur-an dalam HP Anda atau lihat Al-Qur-an secara langsung. Dalam ta’ziyah tidak boleh asal-asalan, tidak main-main, tidak ikut-ikutan, dan semacamnya.
C. Miliki mindset, atau sadarilah, ketahuilah, bahwa ta’ziyah itu merupakan manifestasi ibadah, sedang mendoakan dirinya sendiri dan ahli kubur leluhurnya sendiri (masing-masing) serta sekaligus sedang mendoakan orang lain (almarhum/mah dan sohibul mushibah), dan ta’ziyah juga merupakan manifestasi kebaikan dan amal sholih.
*”Tiada Anda rugi untuk berta’ziyah, karena justru Anda akan mendapatkan pahala dan kebaikan tiada henti, yang begitu Anda butuhkan di dunia ini dan di akhirat nanti”.*
*phofmu/ pjmi/ wi/ nf/ 021225
Views: 45







