Dr.H.M.Suaidi,M.Ag:
Shalat adalah bentuk komunikasi spiritual yang sangat efektif antara hamba dan Tuhan, bukan sekadar ritual fisik, tetapi dialog langsung tanpa perantara melalui gerakan (takbir, rukuk, sujud), bacaan (Al-Qur’an, doa, zikir), serta penghayatan hati yang mendalam untuk mengingat, memohon, dan bersyukur, menjadikannya sarana untuk menenangkan jiwa, memohon pertolongan, dan membentuk karakter mulia yang menjauhkan diri dari maksiat.
Allah menegaskan dalam QS Toha ayat 14.
انَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ .
Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku.
tidak ada tempat berkomunikasi yang paling ampuh dan nyaman kecuali di atas sajadah, menghadap kiblat, kmengangkat tangan seraya berkata, “Ya Allah, aku….. “, kemudian mengadu memohon semua yangt teralami
Meski tahu Allah Maha Tahu, namun ingin selalu mengadu, dan selalu ingin memastikan bahwa Allah mendengar doa.
Tentang pertemuan yang menguatkan, perpisahan yang meniadakan, kebahagiaan yang menyejukkan, serta kesedihan yang menyungkurkan.
Semua termomunikasi secara terinci di hadapan Pemilik Alam Semesta ini
Ya Allah,
Lindungi aku ke mana pun takdir membawaku melangkah. Lindungi aku ke mana pun hati ini singgah. Sebab, hanya Engkau, satu-satunya tempat aku pulang.
Muga bermanfaat
*anwi/ wi/ nf/ 201225
Views: 60







