SURGA HARAPAN, NERAKA ANCAMAN

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

Dr.H.M.Suaidi,M.Ag

 

Tentang surga dan neraka bahwa keduanya sudah diciptakan dan akan menjadi tempat kembali bagi manusia sesuai amalannya di dunia; surga untuk orang bertakwa dengan kenikmatan abadi, sedangkan neraka untuk pendosa dan kafir dengan siksaannya, meskipun ada orang beriman yang akan keluar dari neraka setelah membersihkan dosa, dan Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk berlindung dari neraka saat diingatkan tentang azab serta memohon surga saat disebut kenikmatan surga.

Tentang surga, Allah ‘azzawajalla berfirman,

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Surga yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran : 133).

Allah juga berfirman tentang neraka,dalam surat. An Naba :

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا(٢١) لِلطَّاغِينَ مَآبًا (٢٢ )

Sesungguhnya neraka Jahanam itu ada tempat pengintaian. Sungguh neraka Jahanam itu menjadi tempat tinggal bagi orang-orang yang melampaui batas.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Surga dan Neraka berselisih, Neraka berkata: ‘Padaku tempat orang-orang sombong dan angkuh’, Surga berkata: ‘Padaku orang-orang lemah dan miskin’, maka Allah berfirman kepada Surga: ‘Engkau adalah rahmat-Ku; denganmu Aku merahmati siapa yang Aku kehendaki’, dan kepada Neraka: ‘Engkau adalah azab-Ku; denganmu Aku mengalah siapa yang Aku kehendaki.’ Dan keduanya pasti akan dipenuhi.
(HR Muslim no. 2846)

Dikisahkan, dua alam yang tak pernah disentuh mata manusia, pernah saling menatap dalam senyap keabadian: Surga–selembut bisik rahmat, dan Neraka–segagah bayang keadilan.

Di hadapan Allah, keduanya berbicara seperti dua rahasia yang membuka diri kepada Sang Pemiliknya. Neraka mengabarkan tentang dada-dada yang membusung, tentang hati yang merasa tinggi walau dicipta dari tanah, sedangkan Surga mengadu lirih tentang jiwa-jiwa yang berjalan tertunduk, yang dipandang kecil oleh manusia, namun besar di sisi Allah, lalu Allah menyingkapkan hakikat yang menggigilkan jiwa:

Bahwa Surga bukan sekedar tempat, tetapi nafas kasih-Nya, dan Neraka bukan sekedar api, melainkan tegaknya keadilan-Nya. Dan manusia–engkau, aku, kita–sedang berjalan menuju salah satu panggilan itu, meski sering tanpa sadar, tanpa suara, tanpa tanda.

Betapa halus ujung perjalanan ini, kadang ditentukan oleh sebutir kesombongan yang kita biarkan hidup, atau oleh sepotong kerendahan hati yang kita peluk di tengah gelap.”
(Shahih Muslim, dalam Al-Jannah wa Shifatu Na’imiha wa Ahliha)
والله اعلم

 

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 151225

Views: 53

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SPACE IKLAN

SPACE IKLAN