Beranda / SYIAR HIJRAH / Tiga konsep fundamental dalam pendidikan Agama Islam

Tiga konsep fundamental dalam pendidikan Agama Islam

 
WARTAIDAMAN.com 

 

 

 

Dr.H.M.Suaidi,M.Ag.

 

Tarbiyah, Ta’lim, dan Ta’dib adalah tiga konsep fundamental dalam pendidikan Islam yang saling melengkapi untuk membentuk insan kamil. Tarbiyah fokus pada pengembangan potensi dan pemeliharaan tumbuh kembang fisik-spiritual, Ta’lim menekankan pada pengajaran ilmu pengetahuan, dan Ta’dib berfokus pada penanaman akhlak, adab, dan nilai-nilai perilaku baik. 

كُوْنـُـوْا رَبَّانِيِّـْينَ حُلَمَاءَ فُقَهَاءَ عُلَمَاءَ وَيُقَالُ اَلرَّبَّانِيُّ الَّذِى يُــرَبِــّى النَّاسَ بِصِغَارِ اْلعِلْمِ قَبْلَ كِبَارِهِ

Jadilah pendidik yang penyantun, ahli fikih, dan ulama. Disebut pendidik apabila seseorang mendidik manusia dengan memberikan ilmu sedikit-sedikit yang lama-lama menjadi banyak. (HR.Bukhori)

Tarbiyah (Pendidikan/Pengasuhan)

Berasal dari kata rabb, fokus pada merawat, memelihara, mengelola, dan mengembangkan potensi anak didik agar tumbuh sempurna secara fisik, intelektual, dan spiritual.

Bimbingan karakter dan potensi, sering dikaitkan dengan kasih sayang dan proses pertumbuhan yang berkesinambungan.

Mencetak insan yang berdaya dan berkembang sesuai fitrahnya.

Ta’lim (Pengajaran/Ilmu)
Makna: Berasal dari ‘allama, merujuk pada penyampaian ilmu pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan.

Ranah kognitif, intelektual, dan pemahaman agama, serta penguasaan wawasan.

Memperluas pemahaman manusia agar mampu mengamalkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata.

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridhoan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga di hari kiamat nanti,” (HR Abu Daud).”

Ta’dib (Adab/Akhlak)

Berasal dari adaba, berarti pengajaran tata krama, sopan santun, dan pembiasaan perilaku baik.

Pembentukan karakter, akhlak mulia, dan kedisiplinan diri (aspek afektif dan spiritual).

Menanamkan adab (tatakrama) dalam diri manusia, menurut Syed Naquib Al-Attas, ini adalah inti pendidikan Islam yang melampaui sekadar transfer ilmu.

Hubungan Ketiganya
Dalam praktik pendidikan Islam, ketiganya tidak terpisahkan. Tarbiyah membimbing potensi, Ta’lim mengisi dengan pengetahuan, dan Ta’dib menghiasinya dengan akhlak mulia agar ilmu yang didapat tidak hanya menjadi kognitif, tetapi menjadi perilaku

Muga bermanfaat.

 

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 240326

Views: 33

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *