Yogyakarta. Usulan menjadikan setiap tanggal 15 Maret sebagai hari libur nasional untuk memperingati Hari Internasional Memerangi Islamofobia merupakan aspirasi yang menarik dan menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap meningkatnya stigma negatif terhadap Islam di dunia. Hal itu disampaikan Ala Mudin Haqi S.Pd seorang mahasiswa asal Kalimantan Selatan hari Kamis (12/3/2026).
Namun mahasiswa alumnus Universitas Islam Kalimantan (Uniska) yang saat ini melanjutkan studi program S 2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu secara kritis, upaya menjadikannya hari libur nasional perlu dipertimbangkan secara matang. Indonesia sudah dikenal sebagai negara dengan tradisi toleransi yang kuat, sehingga yang lebih penting bukan sekadar menambah hari libur, tetapi memperkuat literasi keagamaan, dialog antarumat beragama, serta pendidikan moderasi beragama agar semangat melawan Islamofobia benar-benar berdampak dalam kehidupan sosial.
Gerakan Taubatan Nasuha Nasional yang digelar dalam rangka peringatan Hari Internasional Memerangi Islamofobia menjadi momentum reflektif bagi umat Islam Indonesia. Gerakan yang digagas Aspirasi dibawah komando Ibu Wati Imhar Burhanuddin ini tidak hanya mengandung pesan spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan geopolitik yang penting di tengah meningkatnya sentimen Islamofobia di berbagai belahan dunia ujarnya.
Dalam rangka menyambut Hari Anti Islamophobia Dunia (sesuai amanat dari PBB / United Nations) setiap tanggal 15 Maret yang tahun ini bertepatan dengan Bulan Suci Romadhon 1447.
Aspirasi Indonesia bersama GNAI (Gerakan Nasional Hari anti Islamofobia). Yang tahun 2026 ini mengusung tema: “Gerakan Taubatan Nasuha Nasional: Mengetuk Pintu Langit Menata Kembali Harmonisasi Bangsa.”
Bersama Yatim, Piatu, Dhuafa, dan para Ulama, Tokoh Nasional, Tokoh Bangsa, Tokoh Lintas Agama.
Akan berlangsung Hari Ahad, 15 Maret 2026 pukul 9.30 – 17.00 WIB.
Mengambil tempat di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) di Jl. Kramat Raya no. 45, Senen, Jakarta Pusat .
“Insya Allah dalam acara tersebut sebagai bentuk kepedulian akan memberikan santunan kepada dua ratus lima puluh orang bantuan kepada yatim dan dhuafa” kata Wati Imhar Burhanuddin Ketua Aspirasi yang dihubungi melalui telepon dari Yogyakarta Kamis (12/3/2026).
Dalam acara tersebut menurutnya akan hadir para tokoh nasional dan kegiatan untuk masyarakat berupa bazar serta pembagian kuiz berhadiah menarik.(Moget)
*riha/ wi/ nf/ 130326
Views: 47







