“Melalui Simulasi Keluarga Indonesia Anti Trafiking (KIAT) ini, kita ingin membangun sistem deteksi dini mulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Kader PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan harus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi warga agar tidak ada lagi ruang bagi praktik human trafficking, khususnya di wilayah Jakarta Timur,” ujar Susi Susanti dalam arahannya.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- Abdullah bin Salam: Jangan Takut Mengubah Pandangan Setelah Menemukan Kebenaran
- Rizki Kasbi (كسب) dan Rizki Taqdiri (تقدر)
- Tiga Tingkatan Himmah (Keinginan) pada Diri Manusia
- Ummu Syarik: Kebaikan Tidak Harus Menunggu Banyak Dukungan
- Hikmah ke-4 Kitab Al-Hikam tentang Tawakal dan Ketenangan Jiwa
- Ketika Suara Ranting Menjadi Ancaman: Belajar dari Kematian Seekor Rusa
Melalui metode simulasi KIAT, para peserta diajak memahami berbagai modus operandi perdagangan orang secara interaktif dan komunikatif. Metode ini menekankan pentingnya fungsi ketahanan keluarga sebagai benteng utama dalam melindungi anggota keluarga dari ancaman eksploitasi dan kekerasan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini berjalan dengan tertib, khidmat, dan dipenuhi antusiasme tinggi dari para kader. Seluruh peserta yang hadir menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan dan menyebarluaskan hasil simulasi ini di lingkungan wilayah mereka masing-masing.
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com
*anwi/ wi/ nf/ 070926
Views: 3




















