
WARTA IDAMAN

JAKARTA TIMUR – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Administrasi Jakarta Timur mengambil langkah progresif dalam menekan kasus perdagangan orang. Melalui Kelompok Kerja (Pokja) I, TP PKK menggelar Pertemuan Rutin sekaligus pelaksanaan Simulasi Keluarga Indonesia Anti Trafiking (KIAT) di Ruang Rapat Pangeran Jayakarta, Kantor Walikota Jakarta Timur, Senin (7/9/2026).
Kegiatan edukatif ini diinisiasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam mendeteksi serta mencegah tindak pidana perdagangan orang (human trafficking). Program ini difokuskan untuk melindungi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus Pokja I TP PKK tingkat Kota, serta perwakilan pengurus Pokja I dari seluruh Kecamatan dan Kelurahan di wilayah Jakarta Timur.
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- Alumni Madinah dan Saudi Arabia Kecam Keras Serangan terhadap Bandara Riyadh, Desak Perlindungan Jamaah Umrah dan WNI
- Pastikan Jemaah Umrah Indonesia Aman, Kemenhaj Imbau Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Situasi Timur Tengah
- Terima Kunjungan Dubes Yordania, Menhaj Bahas Peluang Wisata Jemaah Haji dan Umrah Indonesia
- UEA-Indonesia Perkuat Kemitraan Peradaban untuk Perdamaian dan Masa Depan
- Bekali Calon Mahasiswa ke Maroko, Kemenag Tekankan Integritas, Adaptasi, dan Semangat Membawa Nama Indonesia
- Al Washliyah Terima Tamu Palestina: Tegaskan Solidaritas dan Dukungan
- Presiden: Tekan Beban Jemaah Haji, Tata Kelola Keuangan Haji Diaudit
Kehadiran para kader secara berjenjang ini diharapkan dapat mengalirkan informasi dan edukasi anti-trafficking secara masif hingga ke tingkat Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT).Ketua Pokja I TP PKK Kota Administrasi Jakarta Timur, Susi Susanti, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat krusial untuk membentengi keluarga dari ancaman kejahatan ini. Menurutnya, program KIAT merupakan langkah preventif yang nyata dan aplikatif.
>>> ke Halaman 2
Views: 2






















