JAKARTA — Forum Komunikasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia (FK-UMKM-RI) bersama gerakan koperasi dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya dalam mengubah pola pikir dari sekadar konsumen menjadi produsen yang mandiri dan berdaya saing.
Dalam berbagai forum diskusi dan penguatan kelembagaan, FK-UMKM-RI menegaskan pentingnya komunikasi yang efektif, kolaboratif, dan berkelanjutan sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi kerakyatan. Komunikasi yang baik diyakini mampu memperkuat jaringan usaha, mempercepat alih pengetahuan, serta membangun kepercayaan antar pelaku UMKM dan koperasi.
“UMKM dan koperasi bukan hanya instrumen ekonomi, tetapi juga pilar kedaulatan bangsa. Ketika masyarakat mampu berproduksi, maka ketergantungan terhadap produk impor akan berkurang secara signifikan,” ujar salah satu pengurus FK-UMKM-RI.
Penggerak Ekonomi Lokal dan Lapangan Kerja
Keberadaan FK-UMKM-RI dan koperasi dinilai berkontribusi langsung dalam meningkatkan ekonomi lokal. Melalui penguatan usaha berbasis komunitas, kedua entitas ini mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperluas distribusi manfaat ekonomi hingga ke daerah-daerah.
Selain itu, koperasi dipandang sebagai wadah ideal untuk mengonsolidasikan kekuatan UMKM agar memiliki skala usaha yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Transformasi dari Konsumen ke Produsen
Gerakan “hijrah” dari konsumen menjadi produsen menjadi salah satu agenda utama yang terus digaungkan. Transformasi ini tidak hanya dimaknai secara ekonomi, tetapi juga sebagai perubahan mentalitas dan budaya usaha.
Beberapa langkah strategis yang terus didorong antara lain peningkatan kualitas produk dan jasa, penguatan jejaring antar pelaku usaha, peningkatan keterampilan dan literasi bisnis, serta penciptaan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar.
“Menjadi produsen berarti mengambil peran aktif dalam rantai nilai ekonomi. Inilah kunci peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” tambahnya.
Menuju Ekonomi Mandiri dan Berdaulat
Dengan sinergi antara FK-UMKM-RI, koperasi, dan para pemangku kepentingan, diharapkan UMKM Indonesia mampu naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kemandirian bangsa.
Transformasi ekonomi berbasis UMKM dan koperasi diyakini bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk menghadapi tantangan global dan memperkuat fondasi ekonomi Republik Indonesia.
Flandy/Fajar
*warain/ wi/ nf/ 291225
Views: 61


























