Beranda / SEMESTA / Shalat Gerhana Bulan di Perumnas Condongcatur, Bersujudlah Kepada Allah

Shalat Gerhana Bulan di Perumnas Condongcatur, Bersujudlah Kepada Allah

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

 

Gerhana yang terjadi saat ini sebagaimana kita saksikan,yang sudah berjalan beberapa saat tadi,termasuk bukti dari tanda² kekuasaan dan kebesaran Allah swt.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Rojiki Abdullah dalam khotbah shalat Gerhana bulan di masjid Muhajirin Perumnas Condongcatur shalat Gerhana bulan juga berlangsung masjid Quwwatul Islam imam dan khatib Ustadz Hisbullah Mushola Al-Ikhlash imam dan khatib Ustadz Sunarto di Perimnas Condongcatur Depok,Sleman Selasa(3/3/2026)

Dalam khotbah didua lokasi tersebut memuji akan kebesaran dan tanda tanda kekuasan-Nya.

Menurutnya, makhluk raksasa semisal matahari dan bulan bisa mengalami gerhana kedua- duanya adalah makhluk Allah yang tidak boleh ,dipuja- dan didewa,
-dewakan.

Sebagaimana firman Allah yang artinya,”Dan sebagian dari tanda²kekuasaan-Nya ialah malam,siang ,matahari dan bulan.
Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan,tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu menyembah hanya kepadaNya. (QA.Fushilàt:37).

Terjadinya peristiwa di jagad raya seperti gerhana yang terjadi saat ini sesungguhnya tersirat di dalamnya hikmah yang besar dan merupakan peringatan dari Allah bahwa terjadinya alam semesta ini bukan hanya karena proses alami namun ada kekuatan yang menciptakan dan menjalankannya yaitu Allah SWT Tuhan yang maha kuasa biarlah Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Agung maha bajaksàna.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain dari Dia dan sekutu yang serupa denganNya. Maha suci Engkau ya Allah yang telah menjalankan
segala apa yang ada di langit dan bumi dengan tepat dan teliti. Kami yang berada di bumiMu ini merasa kecil lemah dan tak berdaya dengan adanya kejadian gerhana ini.
“Terjadinya gerhana sebagaimana yang disaksikan sekarang ini hendaklah menjadikan kekuatan iman dan ketakwaan kepada Allah,jangan terjadi sebaliknya Karena ada sebagian orang meramalkan yang berhubungan dengan kejadian di langit dan dibumi pernah terjadi pada zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika itu terjadi gerhana matahari total tidak lama setelah itu putra Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Ibrahim meninggal dunia dengan kejadian dan peristiwa itu terjadilah isu dan desas-desus bahwa gerhana tersebut sebagai tanda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam akan mendapat musibah isu tersebut sangat mengganggu keseimbangan dan ketawa kita kaum muslimin itu terdengar oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka beliau Shallallahu Alaihi Wasallam dan tumbuhan termasuk diantara tanda-tanda kekuasaan Allah.

Jika kamu melihat gerhana berdoa kepada Allah dan bersedekah Allah hadits riwayat Bu khari peristiwa ini hendaknya menjadi bahan renungan bagi kita untuk kita petik hikmahnya lalu kita jadikan pelajaran moral di dalam menjalankan kehidupan di dunia ini diantara hikmah dan pelajaran yang perlu kita ambil ialah Pertama segala peristiwa di alam ini merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah yang seharusnya dijadikan bahan perenungan dan bertafakur untuk menemukan dan membuktikan kemaha besar terciptanya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman “sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaannya sebagai orang-orang yang bertakwa (QS Yunus: 6)

Dari ayat tersebut jelas bahwa kita bahwa segala sesuatu yang terjadi di jagat raya ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah. Tanda-tanda tersebut agar direnungkan dan dihayati sebagai pelajaran bagi umat manusia manusia takwa menyadari keberadaannya jati dirinya yang juga sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.

Maka manusia harus memiliki kepekaan yang tajam untuk menangkap dan memahami tanda-tanda kami lalu mengambil sikap yang semestinya jangan sampai menjadi apa yang gelap mata dan hati gelap rasa kemudian tidak peduli terhadap peringatan -peringatan yang diturunkan oleh Allah SWT.Kedua alam dan jagat raya demikian luas dan besar ini tidak lepas dari kendalip penciptanya. Apapun bisa terjadi tidak menghendakinya tidak sangat mencintai yang kita Gambarkan sebagai miniatur surgapun ,dalam sekedar dapat berubah menjadi tempat yang sangat gersang dan tandus. Manusia yang saat itu dalam kondisi serba mewah apapun yang diinginkan dapat diraih mungkin esok akan menjadi manusia yang sangat tidak berdaya perhatikan firman Allah yang artinya” jika Allah menimpakan sesuatu kemelaratan kepadamu,maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu,maka tak ada yang dapat menolak karuniaNya.Dia
memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ” (QS. Yunus: 107)

Ketiga peristiwa ini mengisyarat lkan akan kemaha keadaan Allah SWT yang bisa menciptakan peristiwa yang lebih dahsyat,bahkan kelak matahari dan rembulan langit dan bumi serta semua yang nampak luas dan indah ini akan diluluh lantakan.(xan)

 

 

 

 

 

*xan/ pjmi/ wi/ nf/ 040326

Views: 41

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *