Literasi menulis sebagai substansi bukan sekedar ekspresi

Posted by : wartaidaman 11/05/2026

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

Dr.H.M.Suaidi,M.Ag.

 

Literasi menulis sebagai substansi adalah proses berpikir kritis-analitis untuk membangun gagasan, data, dan solusi, bukan sekadar ekspresi emosi atau keterampilan teknis. Menulis substantif mentransformasi pengetahuan menjadi karya mencerahkan yang berorientasi pada peradaban, melalui tahapan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi.

Literasi Menulis: Dari Ekspresi ke Substansi

Substansi (Kontribusi & Transformasi): Tulisan berfokus pada kedalaman data, argumen logis, kerangka teori, dan menawarkan solusi atas masalah.

Ekspresi (Sekadar Wacana): Menulis hanya sebatas menuangkan emosi atau opini dangkal tanpa didukung fakta.

Proses Kognitif . Menulis substantif merupakan alat untuk berpikir kritis dan kreatif, bukan sekadar keahlian mekanis merangkai kata.

Karakteristik Literasi Berbasis Substansi
Berbasis Data & Pengalaman: Tulisan dibangun atas fakta dan pengalaman terstruktur.

Gerakan Peradaban. Tulisan yang mencerahkan dan mendorong perubahan sosial, bukan sekadar sensasi.

Proses Pedagogis.
Menulis digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir maha siswa atau murid dalam menganalisis dan merespons teks. 

Menggeser paradigma dari sekadar mengekspresikan diri ke menulis substantif penting agar literasi menjadi alat transformasi, bukan hanya wacana yang hilang. 

Muga bermanfaat.

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 040526

Views: 5

RELATED POSTS
FOLLOW US

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *