Oleh : Indri Retno Putranti
Tukang selingkuh dan pengkhianat sebenarnya memiliki pola yang hampir sama.
Keduanya sama-sama tidak menghargai kepercayaan yang telah diberikan. Ketika datang tawaran yang dianggap lebih menguntungkan, mereka mudah meninggalkan komitmen yang pernah dibangun.
Tukang selingkuh meninggalkan pasangan demi perhatian atau keuntungan dari orang lain. Sementara pengkhianat meninggalkan lembaga yang telah membesarkan dan memberinya ruang untuk berjuang, hanya karena ada lembaga lain yang menawarkan bayaran atau kepentingan yang lebih besar.
Yang paling menyedihkan bukan hanya soal pergi, tetapi cara pergi: melupakan perjuangan, jasa, kebersamaan, dan kepercayaan yang pernah diterima.
Pergi untuk mencari kehidupan yang lebih baik bukanlah sebuah kesalahan. Tetapi jika untuk mendapatkan keuntungan seseorang harus mengkhianati kepercayaan dan meninggalkan lembaga tanpa menghargai komitmen, maka masalahnya bukan lagi sekadar pindah tempat.
Itu soal integritas.
Sebab orang yang berprinsip boleh berpindah jalan, tetapi tidak perlu menjual kesetiaannya kepada pihak yang membayar lebih tinggi.
Jangan sampai harga diri memiliki tarif.
* Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam As Syafi’iyah
*infh/ pjmi/ wi/ nf/ 290826
Views: 7




















