Salahuddin yang melihat bahwa Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel tidak tampak lagi mengikuti rombongan Perahu Surya Ki Ageng Batman, balik arah untuk mencoba mencari keberadaan mereka berdua.
Salahuddin terkejut setelah dari jauh melihat bayangan dua orang yang memang tidak lagi mengikuti misi penyelamatan keluarga istana Kerajaan Matraman Raya yang naik Perahu Surya bersama Ki Ageng Batman. Salahuddin tidak tahu kalau tadinya, Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri pada saat terbang mengikuti rombongan Perahu Surya Ki Ageng Batman, tiba-tiba memutuskan untuk berbalik arah, karena mereka berdua sepakat akan menyatroni Adi Seruling Sakti yang menurut mereka sudah menduduki di istana Kerajaan Matraman Raya.
Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri Bejo Cinekel ingin mencoba kekuatan dari Adi Seruling Sakti yang konon katanya sudah mampu membuat Tiga Pendekar Langit Raja Danang, Sayidin Panotogomo, Pangeran Hafiz, Bagus Tinukur dan Abu Arang terluka.
Raja Danang, Sayidin Panotogomo adalah anak Ustaz Bondan Kaja dengan Putri Raisa, Pangeran Hafiz Bagus Tinukur adalah anak dari Bupati Kediri, Bejo Cinekel.
Sementara Abu Arang adalah anak Raja Slamet dengan Miss Tami Zen, jadi dia masih terhitung adik tiri dari Bupati Kediri, Bejo Cinekel.
Dengan demikian tiga pendekar langit tersebut masih merupakan keluarga dari Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel. Oleh karena itu, mereka ingin mengetahui kekuatan Adi Seruling Sakti yang mampu mengalahkan tiga pendekar langit itu.
Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel tidak mengetahui, kalau Adi Seruling Sakti merekayasa pertempuran antara tiga pendekar langit itu, sehingga mereka bertiga bertempur dan saling mengunci, sampai tidak seorang pun yang dapat bergerak keluar dari pertempuran. Hal itu membuat mereka bertiga menjadi terluka karena kehabisan tenaga, bahkan akan menjurus menuju kematian.
Kedatangan Wahyudi pada saat yang tepat telah mengubah keadaan, sehingga ketiga pendekar langit tersebut dapat selamat dari kehilangan jiwa.
Namun, Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel juga tidak mengetahui kalau Adi Seruling Sakti telah mengundang mertuanya Ki Ning yang mempunyai ajian BuJin yang dapat mengerahkan para jin untuk menyerang musuh. Adi Seruling Sakti bahkan telah mempunyai ajian BuJin juga karena meminta dengan paksa kepada Ki Ning, sebagai syarat untuk menjadikan Sumaidah, sebagai selirnya.
Dus, sebetulnya Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel, akan mendapat bahaya besar, karena berusaha menyatroni Adi Seruling Sakti ke istana Kerajaan Matraman Raya. Apalagi kedatangan mereka ke istana Kerajaan Matraman Raya, karena melepaskan diri dari rombongan misi penyelamatan keluarga istana Kerajaan Matraman Raya, yang dipimpin Salahuddin.
Beruntung Salahuddin merasa curiga, karena pada saat dia melihat ke belakang, dia mendapati Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel tidak lagi mengikuti arah Perahu Surya Ki Ageng Batman, yang sedang terbang dipanggul oleh Jalal dan Tanjung. Karena Perahu Surya itu dinaiki banyak orang termasuk anggota keluarga Kerajaan Matraman Raya seperti Putri Raisa, Putri Biyan, Bunda Lilik, Putri Anya yang menggendong Pangeran Mustofa, putra Raja Danang, Sayidin Panotogomo, di samping juga Miss Kiara dan mBak 00 WeIBe, itu terbang ke Timur menuju Kerajaan Madiun, sementara Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel terbang ke arah Barat, menuju istana Kerajaan Matraman Raya. Walaupun begitu Salahuddin merasa tidak elok kalau langsung memberitahu Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel, itu telah menuju arah yang berbeda dari misi penyelamatan keluarga istana Kerajaan Matraman Raya yang merupakan tugas dan tanggung jawabnya atas perintah Raja Danang, Sayidin Panotogomo.
Diam-diam Salahuddin mengikuti arah Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Bejo Cinekel. Namun, Salahuddin tidak ingin mengganggu tujuan mereka. Baru pada saat mereka berdua mengalami situasi dan kondisi yang membahayakan jiwa mereka karena terlempar di udara, akibat serangan Adi Seruling Sakti dan akan dikeroyok para jin dari ajian BuJin yang langsung dikerahkan oleh Adi Seruling Sakti dan Ki Ning secara bersamaan, maka Salahuddin pun bertindak cepat.
Salahuddin datang pada saat yang tepat karena Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel, sedang dalam keadaan tidak berdaya, Namun, mendapat serangan yang sangat berbahaya. Salahuddin kemudian meraih Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel, lalu mereka berdua dibawa terbang ke langit yang lebih tinggi lagi. Tadinya Salahuddin ingin menghabisi para jin yang akan menyerang Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel, supaya mereka berdua tidak diserang para jin itu lagi. Namun, kemudian Salahuddin berubah pikirandan memutuskan untuk menyelamatkan dulu Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel. Dengan mengerahkan ajian Seribu Bulan,
Salahuddin pun dapat bergerak cepat dan membawa mereka berdua semakin tinggi ke langit, sehingga tidak dapat diikuti oleh para jin dari ajian BuJin.
Saat Bupati Kediri, Bejo Cinekel menyadari bahwa dirinya dan Ustaz Bondan Kaja telah diselamatkan oleh Salahuddin, maka dia minta kepada Salahuddin untuk segera menghadap Raja Danang, Sayidin Panotogomo, sesuai dengan tugas yang harus dilaksanakan Salahuddin, melakukan misi penyelamatan keluarga istana Kerajaan Matraman Raya termasuk Ustaz Bondan Kaja tentu saja. Hal itu bukan saja membuat mereka bertiga ketinggalan jauh dari rombongan Perahu Surya Ki Ageng Batman, tetapi mereka juga khawatir, kalau misi penyelamatan keluarga istana Kerajaan Matraman Raya itu akan gagal, kalau rombongan Perahu Surya justru akan disusul oleh Adi Seruling Sakti dan Ki Ning. Salahuddin yang tadinya ingin menghabisi para jin yang akan mengeroyok Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel dengan ajian Telapak Tangan Langit menurungkan niatnya, di samping karena permintaan Bupati Kediri, Bejo Cinekel, juga karena kedua tangan Salahuddin masih mengapit Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel, karena tangan kiri Salahuddin tidak dapat bebas bergerak untuk mengerahkan ajian Telapak Tangan Langit. Salahuddin pun dengan sigap lalu mengerahkan ajian Seribu Bulan untuk dapat menyusul rombongan Perahu Surya Ki Ageng Batman.
***
“Salahuddin, mana?” tanya Raja Danang, Sayidin Panotogomo, saat Jalal dan Tanjung menghadap di istana Kerajaan Madiun, membawa keluarga istana Kerajaan Matraman Raya. Tentu saja Jalal dan Tanjung tidak dapat menjawab pertanyaan Raja Danang, Sayidin Panotogomo.
Sementara Ratu Ana pun mulai merasa khawatir atas keselamatan Salhudin, karena dia juga tidak melihat Salahuddin pada rombongan keluarga istana Kerajaan Matraman Raya itu.
“Paduka … Putri Anya … bersama … Pangeran Mustofa … menghadap,” kata Putri Anya berasa ingin berlari memeluk Raja Danang, Sayidin Panotogomo di dalam istana Kerajaan Madiun itu.
“Alhamdulillah, Dinda Putri Anya selamat, bersama putra kita, Pangeran Mustofa,” balas Raja Danang, Sayidin Panotogomo, sesaat lupa kalau dia tadi justru fokus menanyakan keberadaan Salahuddin sebagai pemimpin misi penyelamatan keluarga istana Kerajaan Matraman Raya itu, sekalian menyapa mereka satu per satu.
”Bunda Putri Raisa, Eyang Putri Biyan, Eyang Lilik, Alhamdulillah, semua dapat selamat sampai ke istana Kerajaan Madiun ini.”
Akan tetapi, kemudian Raja Danang, Sayidin Panotogomo juga terkejut karena tidak melihat Ustaz Bondan Kaja, ayahandanya, dalam rombongan Ki Ageng Batman, Miss Kiara, Mbak 00 WeIBe, Jalal dan Tanjung yang membantu misi Salahuddin.
“Eyang Ageng Batman, apakah Ayahanda Ustaz Bondan Kaja belum ditemukan? Mengapa beliau tidak ada dalam rombongan?” tanya Raja Danang, Sayidin Panotogomo.
“Ini … ini … Maaf, Paduka, Eyangmu tidak mengetahui hal ini. Tadi Salahuddin yang memimpin misi ini,” kata Ki Ageng Batman bingung.
Bukan hanya Ki Ageng Batman yang bingung, Jalal dan Tanjung pun tidak mengetahui situasi dan kondisi yang dialami oleh Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel, apalagi Salahuddin karena mereka berdua fokus memanggul Perahu Surya untuk melaksanakan misi penyelamatan keluarga istana Kerajaan Matraman Raya menuju ke Kerajaan Madiun.
Jalal dan Tanjung tidak mengetahui kalau Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel yang berbalik arah menuju ke istana Kerajaan Matraman Raya.
Mereka berdua juga tidak tahu kalau Salahuddin mengikuti arah terbang Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri dari jauh, sehingga saat mereka berdua sudah tiba ke istana Kerajaan Madiunmenghadap Raja Danang, Sayidin Panotogomo, juga tidak tahu keberadaan Salahuddin, maupun Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel.
“Paduka, hamba berdua, Jalal dan Tanjung tadi mendapat instruksi dari Salahuddin untuk segera menghadap Paduka, untuk membawa rombongan keluarga istana Kerajaan Matraman Raya. Jadi hamba pikir, Salahuddin juga Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri berada di belakang rombongan kami. Akan tetapi, kami tidak mengetahui keberadaan mereka saat ini.” lapor Jalal dan Tanjung kompak.
“Bunda Putri Raisa, maafkan Ananda, karena Ayahanda Ustaz Bondan Kaja belum diketahui keberadaannya. Salahuddin yang Ananda tugaskan memimpin misi penyelamatan keluarga istana Kerajaan Matraman Raya juga tampak menghadap,” kata Raja Danang, Sayidin Panotogomo.
Kontan saja semua yang hadir lalu mengkhawatirkan Salahuddin, Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri, Bejo Cinekel. Namun, di tengah kegalauan yang sedang melanda banyak orang yang berada di istana Kerajaan Madiun itu, tiba-tiba Putri Biyan kembali memberitahu Ki Ageng Batman kalau Wahyudi hilang.
“Ki Ageng, Wahyudi juga hilang.”
“Wahyudi hilang? Bagaimana Wahyudi bisa hilang, Eyang Ageng Batman?” Spontan Raja Danang, Sayidin Panotogomo pun ikut khawatir, karena tidak tahu informasi yang berkembang. Raja Danang, Sayidin Panotogomo, hanya tahu kalau Wahyudi terluka, karena serangan Adi Seruling Sakti. Namun, sudah diselamatkan oleh Jalal dan Tanjung dan dibawa menghadap kepadanya. Akan tetapi, Putri Biyan mengatakan Wahyudi hilang. Tentu saja, Raja Danang ikut bingung mendapat info itu.
oleh: MJK, jurnalis PJMI.
Kontak order wa/me: 081266804830
*mjkr/ wi/ nf/ 040626
Views: 11




