JAKARTA, (11/12) Rakyat Indonesia mempunyai kepercayaan tinggi terhadap sains atau ilmu pengetahuan meskipun ter-nyata pengenalan terhadap tokoh ilmuwan, lembaga ilmu pengetahuan, hingga inovasi riset terbaru sangat rendah. Indonesia membutuhkan upaya kolaboratif lebih serius mendorong terciptanya masyarakat melek sains sebagai bagian dari solusi persoalan bangsa.
Hal ini mengemuka dalam diskusi Kata Sains bertajuk “Menuju Masyarakat Ilmu Pengetahuan” yang digelar Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Minat Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berkolaborasi dengan Harian Kompas (Kompas.-id) di Menara Kompas, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Pemimpin Redaksi Harian Kompas (Kompas.id) Haryo Damardono membuka diskusi dengan Di rektur Minat Saintek Kemen diktisaintek Yudi Darma memberikan pemantik diskusi. Dis kusi menghadirkan Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indo nesia (AIPI) Daniel Murdiyar so; pemikir kebangsaan Yudi Latif, praktisi kebijakan publik dan inovasi Yanuar Nugroho; Rektor Universitas Pembangunan Jaya Elisabeth Ruk mini; dan Founder Youth Lab, Muhammad Faisal.
Riset Kemendiktisaintek dan LSI, rakyat Indonesia menilai kontribusi perguruan tinggi da-lam meningkatkan kualitas hidup sangat besar (75,1 persen) dan yakin perguruan tinggi me-miliki fasilitas riset yang memadai (72,3 persen).
Akan tetapi, hanya 22 persen warga yang tahu atau pernah mendengar inovasi baru perguruan tinggi dalam setahun terakhir. Terkait perspektif kreator konten, 41,7 persen kreator mengukur kredibilitas hanya dari metrik popularitas Gikes dan views), sedangkan yang benar-benar menyertakan bukti valid sebagai dasar argumen hanya 17 persen.
Yanuar mengemukakan, Indonesia bisa maju jika rakyat memiliki perangai ilmiah. Pe rilaku negara berwatak ilmiah juga terlihat dari kebijakan pe merintah. Akan tetapi, riset dan pengetahuan yang baik tidak selalu memengaruhi pem buatan kebijakan. “Kalau ke bijakan tidak punya watak ilmiah, masalah kita besar,” ujar Yanuar.
*Fondasi budaya ilmiah*
Ia menilai, pengetahuan ti dak bisa diciptakan tunggal oleh satu pihak. Pengetahuan mem butuhkan interaksi pemerintah, kalangan bisnis, dan akademisi, Kebijakan publik merupakan pilihan pemerintah melakukan atau tidak melakukan sesuatu,serta memiliki prioritas sub-stansi yang tidak bisa dilepaskan dari politik. Politik merupakan kerangka institusi-onal. Pertimbangan-pertim-bangan nonakademis kerap bukan menjadi pertimbangan uta-ma. Oleh karena itu, ilmu-wan-ilmuwan dinilai perlu ter-libat dalam proses pembuatan kebijakan.
Adapun Yudi menjelaskan, pengembangan masyarakat il-miah membutuhkan penguatan paradigma tata nilai, tata kelola, dan tata sejahtera melalui pem-benahan lima sistem nasional, yakni pendidikan, inovasi, sosial dan budaya, serta politik dan ekonomi.
Yudi mendorong penguatan literasi dasar tingkat pendidik-an dasar dalam sistem pen-didikan nasional, meliputi pe-merataan kemampuan baca tu-lis, numerasi, sains, dan literasi data rakyat Indonesia sebagai fondasi budaya ilmiah.
“Harus diselesaikan. Kuriku-lum pendidikan dasar saat ini terlalu banyak fantasi, imaji-nasi, halusinasi. Tapi hal-hal yang mendasar justru tidak di-selesaikan,” ucapnya.
Peran penting
Perguruan tinggi juga memainkan peran penting me-ningkatkan imajinasi sains dan mendekatkan masyarakat dengan ilmu pengetahuan.
Elisabeth mengatakan, universitas menjadi ruang inklusif untuk berimajinasi sains. Bukan hanya pusat riset, melainkan juga ruang dialog sosial. Kebebasan akademik akan mendorong perguruan tinggi menjadi knowledge hub, jembatan untuk sivitas akademika bernalar.
Di Universitas Pembangunan Jaya, misalnya, yang terbaru nanti jembatan bernalar dibungkus dengan seni, seperti desain. Namun, di dalamnya juga mengandung hal-hal sains.
Yudi Darma berharap akan tercipta masyarakat berilmu pengetahuan yang selalu berpikir rasional serta mengambil keputusan berlandaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. “Masyarakat ilmu pengetahuan diharapkan menjadi solusi masalah-masalah bangsa yang ada saat ini,” ujar Yudi. (WKM/LKT/IDO)
sumber: kompas/ 101225
*moan/ pjmi/ wi/ nf/ 111225
Views: 70










