Siapkan Bibit Pesepak Bola Berkarakter, Berprestasi, dan Berakhlak

WARTA IDAMAN

JAKARTA — Belum maksimalnya prestasi sepak bola Indonesia di tingkat internasional mendorong berbagai komponen masyarakat mengambil peran dalam pembinaan atlet sejak usia dini. Organisasi kemasyarakatan Islam Al Jam’iyatul Washliyah menjawab tantangan tersebut dengan mendirikan Washliyah Football Academy, sekolah sepak bola yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan generasi muda.
Melalui akademi ini, Al Washliyah ingin menjadikan sepak bola sebagai sarana pendidikan yang menanamkan kedisiplinan, sportivitas, kepercayaan diri, dan kerja sama tim. Potensi pemain muda Indonesia diharapkan dapat berkembang melalui pembinaan yang terarah, sekaligus ditopang oleh akhlak dan mentalitas yang kuat.
Kepengurusan Washliyah Football Academy periode 2026–2029 dikukuhkan pada Senin, 26 Oktober 2026. Muflih El Ghufron dipercaya sebagai ketua, Ismail Teguh Prianto sebagai sekretaris, dan Rizki Yogara Wibawa sebagai bendahara. Adapun bidang humas diisi Farizky Ramadhan dan Yoga Avrinda Koeswara, sedangkan hubungan antarmedia dipercayakan kepada Azis Saputra.
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Washliyah, KH Dr. Masyhuril Khamis, mengatakan pendirian akademi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun generasi muda yang memiliki kemampuan olahraga sekaligus karakter dan landasan spiritual yang kokoh.
“Kita mendirikan Washliyah Football Academy bukan hanya untuk melahirkan pemain hebat, tetapi untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan punya nilai spiritual yang kuat,” ujar Masyhuril saat peresmian program tersebut, di kantor PB Al Washliyah, Jl. Ahmad Yani, Jakarta Timur.
Menurut Masyhuril, sepak bola memiliki nilai pendidikan yang penting bagi anak-anak. Latihan dan pertandingan mengajarkan mereka menghadapi tantangan, menaati aturan, menghormati orang lain, serta menempatkan kepentingan tim di atas ambisi pribadi.
Ia menekankan bahwa kemenangan harus disikapi dengan rendah hati, sedangkan kekalahan perlu diterima dengan sportivitas. Kualitas pemain, kata dia, tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah trofi, tetapi juga oleh perilaku terhadap rekan setim, lawan, dan wasit.
“Di lapangan kita berjuang sekuat tenaga. Saat menang, jangan sombong. Saat kalah, jangan putus asa,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa keterampilan teknis dan kekuatan fisik harus diimbangi kedisiplinan, akhlak mulia, penghormatan kepada pelatih, serta kepedulian terhadap sesama. Para pemain diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara aktivitas olahraga dan kewajiban beribadah.
“Otot yang kuat tanpa akhlak yang mulia tidak akan berguna. Jadilah atlet yang disiplin saat latihan, jaga ibadah, hormati pelatih, dan sayangi rekan,” ujar Masyhuril.
Kepada pengurus dan pelatih, Masyhuril berpesan agar memberikan keteladanan dalam perkataan maupun tindakan. Pembinaan, kata dia, perlu menggabungkan pengembangan mental juara dengan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Masyhuril meminta pengurus membangun jaringan yang solid di seluruh 38 wilayah Al Washliyah. Kerja sama antardaerah diharapkan membuka ruang pertukaran pengalaman, memperkuat sistem pembinaan, serta membantu menemukan dan mengembangkan talenta-talenta sepak bola potensial. *** ()
*****
Terima kasih telah membaca artikel ini. Dapatkan artikel menarik lainnya di sini.
Dukung terus WARTA IDAMAN – Berita Semesta "Syiar Hijrah".
Silakan berikan komentar yang membangun pada kolom di bawah ini.
Jangan lupa membagikan artikel ini ke media sosial Anda melalui tombol bagikan di bawah!
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN Berita Semesta
- Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia: dari tujuh pemrakarsa hingga kepemimpinan Mohammad Anthoni, Iwan Samariansyah, dan Ismail Lutan
- Napas Perjuangan 15 Tahun PJMI: Dari Tujuh Pemrakarsa hingga Kepemimpinan Mohammad Anthoni, Iwan Samariansyah, dan Ismail Lutan
- Songsong Milad ke-15, PJMI Siapkan Agenda Kemanusiaan dan PJMI Award
- Safrizal dan Keluarga Besar Elang Tiga Hambalang Berduka, Doa Teriring untuk Ibu Eva Novensia Kristantie, S.H.
- Pengajian KB PII Bekasi Raya: Kyai Noer Alie Ulama Pejuang Penuh Inspirasi
- Gagas Demokrasi Pancasila Tanpa Partai, Mukhtadi Tawarkan Sistem Legislatif Berjenjang
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

islu/ pjmi/ wi/ nf/ 271026: ismail
Views: 0
















