Datang dengan wajah kusam, pulang dengan wajah riang gembira.
Adalah seorang miskin yang datang kepada Rosulullah dengan wajah kusam, bahkan bisa jadi justru badannya berasa terbakar api neraka, untuk menggambarkan bahwa dia begitu takut akan dosa besar yang telah dilakukannya.
Dia telah berhubungan badan dengan istrinya pada siang hari di bulan Romadhon. Itu dosa besar. Hukumannya sangat berat.
Kalau sebesar bermesraan dengan istri pada saat puasa di siang hari di bulan Romadhon, asal tidak meleleh dan tidak sampai berhubungan badan, itu tidak masalah. Hal itu tidak membatalkan puasa.
Tapi kalau sampai meleleh, namun tidak berhubungan badan, puasanya batal.
Nah, kalau berhubungan badan, walau pun dengan istri sendiri, itu dosa besar, harus membayar kafarat. Itu berat.
Begitulah yang harus dilakukan orang yang datang dengan wajah pucat kepada Rosulullah, karena dia telah berhubungan badan dengan istrinya pada siang hari saat sedang puasa dalam bulan Romadhon.
“Ya, Rosul, apa yang harus kulakukan, karena aku telah melakukan dosa besar, karena berhubungan badan dengan istriku di siang hari saat berpuasa di bulan Romadhon?”
*”Itu dosa besar. Kamu harus memerdekakan budak dikotamu!”*
“Ya, Rosul. Sesungguhnya aku orang miskin, bagaimana aku harus memerdekakan budak?
Itu jelas suatu hal, yang tidak mampu kulakukan.”
*”Kalau begitu, kamu harus berpuasa selama 60 hari berturut-turut tanpa boleh ada jeda!”*
“Ya, Rosul. Bagaimana aku sanggup berpuasa 60 hari berturut-turut tanpa jeda. Apalagi kalau ada jeda, aku harus mengulangi kadi mulai dari awal.
Sedang puasa 30 hari saja, aku sudah tidak dapat menahan diri, apalagi kalau harus 60 hari, berturut-turut lagi.
Aku tidak sanggup.”
*”Kalau begitu, kamu harus memberi makan 60 orang miskin.”*
“Ya, Rosul. Bagaimana aku dapat memberi makan orang miskin, sedang aku sendiri miskin.”
Subhanallah, jangan sampailah kita melakukan perbuatan itu di siang hari saat puasa di bulan Romadhon. Membayar kafarat pada jaman sekarang itu sungguh sangat berat.
Lalu mengapa si miskin yang datang dengan wajah pucat dan harus membayar kafarat, tetapi tidak dapat juga, justru pulang dengan wajah riang gembira?
oleh: MJK, jurnalis PJMI.
Kontak order wa/me: 081266804830
*mjkr/ pjmi/ wi/ nf/ 070326
Views: 38











