Oleh: Erfi Firmansyah,M.A.Lit.
di sampaikan pada Ta’limat Ifthor/Ta’jil Jamaa’i di Pesantren RTQ AIRI Kamis 11 Juni 2026 Masjid Pemuda jalan Muhtar raya, Sawangan, Depok.
1.Pengantar
Posisi sentral pengetahuan dalam peradaban Islam. Islam bukan sekadar agama ritualistik, tetapi agama yang sangat menghargai akal dan pengetahuan. Wahyu pertama (Iqra’) adalah perintah untuk membaca dan belajar, yang menunjukkan bahwa dasar ajaran Islam dibangun di atas pengetahuan.
Mencari ilmu dalam Islam bukan sekadar aktivitas intelektual duniawi, melainkan suatu bentuk ibadah, kewajiban, dan jalan utama untuk meningkatkan ketakwaan seorang hamba di hadapan Allah SWT.
2. Definisi Pengetahuan dalam Bahasa dan Terminologi
Arti “pengetahuan” (al-‘ilm) dalam bahasa Arab berarti kejelasan atau pengetahuan yang menghilangkan keraguan. Dalam istilah syariah, pengetahuan mencakup pengetahuan naqli (wahyu, Al-Qur’an, dan Sunnah) dan pengetahuan aqli (sains, teknologi, dan ilmu sosial) selama tidak bertentangan dengan syariah.
3. Integrasi Iman dan Pengetahuan
Perbedaan antara pandangan Islam dan sekuler. Dalam Islam, tidak ada dikotomi antara pengetahuan agama dan pengetahuan umum; keduanya saling melengkapi demi mengenal Tuhan (ma’rifatullah) dan memakmurkan bumi (imaratul ardhi).
4. Dalil Al-Qur’an tentang Keutamaan Ilmu
diskusi QS. Surat Al-Mujadilah ayat 11 menjadi bukti bahwa Allah secara khusus meninggikan derajat orang beriman yang berilmu.
Teks Arab: يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ Insya Allah
Terjemahannya: “…Allah akan meninggikan (derajat) orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS. Al-Mujadilah: 11).
5. Perbandingan Orang Berpengetahuan dan Orang Tidak Berketerampilan
Meninjau ayat 9 QS. Az-Zumar menekankan bahwa kualitas manusia ditentukan oleh pengetahuan yang dimilikinya. Teks Arab: قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
Terjemahan: “Katakanlah, ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ “Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakal sehatlah yang dapat menerima pengajaran.” (QS. Az-Zumar: 9).
Perintah untuk Memohon Ilmu Tambahan
Menjelaskan bahwa satu-satunya hal yang Allah perintahkan kepada Nabi Muhammad (saw) untuk dimohonkan lebih banyak adalah ilmu, sebagaimana dinyatakan dalam QS. Taha, ayat 114.
Teks Arab: وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Terjemahan: “…dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmuku.'” (QS. Taha: 114).
6. Bukti dari Hadits tentang Keutamaan Ilmu
a. Ilmu sebagai Kewajiban Universal
Mengutip hadits yang menekankan bahwa mencari ilmu bukanlah pilihan, tetapi kewajiban mutlak bagi setiap individu Muslim, tanpa memandang jenis kelamin atau status sosial.
Teks Arab: طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Terjemahannya: “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah no. 224, disahkan oleh Al-Albani).
b. Pengetahuan sebagai Jalan Menuju Surga
Menjelaskan jaminan kemudahan jalan menuju surga bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh mencari ilmu.
Teks Arab: مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian dan keberkahan
Terjemahannya: “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim no.2699).
c. Ilmu yang Bermanfaat sebagai Amal yang Berkelanjutan
Membahas konsep pahala yang berkelanjutan melalui ilmu yang diajarkan, yang tetap bertahan bahkan setelah seseorang meninggal. Teks Arab: إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: … أَوْ عِلْمٍ يُنْت�
*madjpu/ wi/ nf/ 130626
Views: 7



