TIGA KARAKTER DALAM AL QUR’AN YANG HARUS TERPATRI DALAM DIRI UMAT ISLAM

Posted by : wartaidaman 28/11/2025

 

WARTAIDAMAN.com   

 

 

Dr.H.M.Suaidi,M.Ag.

 

Allah menyebut tiga karakteristik umat Islam, yakni pertengahan (ummatan wasathan), penyeimbang (ummatan muqtashidah), dan terbaik (khairu ummah). Ketiga sifat itu dijelaskan berturut-turut pada Alquran surah al-Baqarah ayat 143, al-Anbiya ayat 92, dan Ali Imran ayat 110

1. Ummatan washatan.
Ummatan washatan bersikap, berpikiran, dan berperilaku pertengahan. Sifat itu sejalan dengan moderat, adil, dan proporsional. Mereka berada di tengah-tengah, antara meteriel dan spiritual, serta orientasi dunia dan ukhrawi. Allah berfirman :

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا .

Demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan .

Kaum Muslimin meyakini adanya akhirat, tetapi tidak hidup terisolasi dari perkembangan dunia. Mereka berupaya meraih ketenangan jiwa, tanpa mengabaikan kebutuhan jasmani, semisal makan, minum, meneruskan keturunan, dan

Menurut Ibnu Taimiyah, Islam adalah agama jalan tengah. Para nabi, rasul, dan orang-orang saleh dipandang mulia, tetapi tidak lantas dijadikan sesembahan. Sikap moderat juga ditunjukkan dalam mengamalkan syariat. Tidak mengharamkan yang halal. Tidak pula menghalalkan yang haram, seperti yang sering dilakukan kaum Yahudi.

2. Khoira ummah

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.

Melakukan Amar makruf (تأمرون باالمعروف)

Sayyid Quthb berpandangan, umat Islam dapat memegang kendali kepemimpinan dunia (al-qiyadah al-basyariyah) apabila benar dari segi akidah, ibadah, serta berdaya dalam politik dan ekonomi. Kondisi ideal itu pernah tercapai pada masa Rasulullah SAW, generasi sahabat, tabiin, dan tabiut tabiin.

Salah satu prasyarat untuk mencapai cita-cita itu ialah amar makruf. Maknanya, mengimbau pada kebajikan. Caranya dengan tetap mengedepankan sopan santun, sikap arif bijaksana, serta sabar. Sebab, perubahan memerlukan proses. Kehidupan Nabi SAW membuktikan hal itu. Dakwah yang dilakukannya terjadi secara bertahap hingga akhirnya seluruh Jazirah Arab memeluk Islam.

Mencegah kemungkaran (وتنهون عن المنكر)

Di samping amar makruf, yang juga menjadi watak kaum Muslimin ialah nahi munkar. Artinya, melakukan pencegahan supaya kemungkaran tidak terjadi atau merebak.

Dalam pengertian modern, nahi munkar sepadan dengan proses emansipasi, yakni ikhtiar membebaskan manusia dari kezaliman. Dalam melakukan usaha itu, cara-cara yang ditempuh harus proporsional. Sebab, dakwah itu mengajak, bukan mengejek. Merangkul, bukan memukul. Menasihati, bukan maki-maki. Dengan begitu, citra Islam sebagai ajaran yang rahmatan lil ‘alamin dapat kian dikenal.

3. Umat yang genar bersatu (امة واحدة)

Allah berfitman :

اِنَّ هٰذِهٖٓ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةًۖ وَّاَنَا۠ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْنِ

inna hâdzihî ummatukum ummataw wâḫidataw wa ana rabbukum fa‘budûn
Sesungguhnya ini (agama tauhid) adalah agamamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu. Maka, sembahlah.

Ummat Islam adalah ummatan wahidah umat yang gemar bersatu yang terpatri denfan Aqidah Islam tanpa mendikotomikan bangsa,suku dan negara,selama bersyahadat kepada Allah dan Muhammad Radulullah, adalah umat tang satu,perbedaan madzhan bukan yang hatus dipertentangkan ,tetapi menjadi Rahmat sehingga terwujud keharmumian dalam berbangsa dan beragama.

Muga bermanfaat.

 

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 281125

Views: 30

RELATED POSTS
FOLLOW US

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *