Kemacetan Parah di Ruas Cakung–Bekasi Imbas Perbaikan Jalan, Waktu Tempuh Membengkak Hingga Enam Kali Lipat

Posted by : wartaidaman 11/05/2026
Gambar: Ilustrasi AI

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

Bekasi – Kemacetan parah terjadi di sepanjang ruas jalan raya Cakung–Bekasi dalam beberapa hari terakhir, menyusul proyek perbaikan jalan yang berlangsung secara intensif setiap hari. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap mobilitas warga dan distribusi logistik, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer, dengan laju kendaraan yang tersendat bahkan kerap tidak bergerak sama sekali. Penyempitan badan jalan akibat pengerjaan proyek serta minimnya pengaturan lalu lintas menjadi faktor utama yang memperparah kepadatan.

Ilham (45), warga Harapan Indah, mengaku mengalami lonjakan waktu tempuh yang drastis dalam aktivitas hariannya. Ia menyebut perjalanan dari Harapan Indah menuju Pulo Gebang kini bisa memakan waktu hingga 1,5 jam, jauh dari kondisi normal yang hanya sekitar 15 menit.

“Biasanya paling lama 15 menit, sekarang bisa sampai satu setengah jam. Macetnya panjang dan hampir tidak bergerak. Ini sangat mengganggu aktivitas kerja,” ujar Ilham.

Keluhan serupa juga disampaikan Darno (37), sopir truk yang rutin melintasi jalur tersebut untuk keperluan distribusi barang. Ia menilai kemacetan tidak hanya berdampak pada keterlambatan pengiriman, tetapi juga meningkatkan biaya operasional.

“Kalau macet seperti ini, jadwal pengiriman jadi kacau. Selain itu, konsumsi solar juga lebih boros karena kendaraan sering berhenti lama,” kata Darno.

Sejumlah pengendara lain juga mengeluhkan kurangnya petugas yang mengatur arus lalu lintas di titik-titik krusial proyek. Kondisi ini menyebabkan kendaraan dari berbagai arah saling berebut jalur, terutama di area penyempitan jalan.

Menanggapi kondisi tersebut, sejumlah warga berharap pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret, baik dengan mempercepat proses perbaikan maupun menerapkan rekayasa lalu lintas yang lebih efektif. Pengaturan jam kerja proyek juga dinilai perlu dipertimbangkan agar tidak bertepatan dengan jam sibuk.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai target penyelesaian proyek maupun skema pengaturan lalu lintas selama masa perbaikan berlangsung.

Kemacetan yang terus terjadi ini dikhawatirkan akan berdampak lebih luas, terutama terhadap produktivitas masyarakat dan kelancaran distribusi barang di kawasan industri sekitar Bekasi dan Jakarta Timur.

***

 

 

 

 

*iwsa/ pjmi uia/ wi/ nf/ 080526

Views: 5

RELATED POSTS
FOLLOW US

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *