Beranda / SEMESTA / Partai Ummat Gelar Diskusi Publik Maulid Nabi: Haekal Safar Hadirkan Perspektif Keteladanan Rasul dalam Isu Presidential Threshold

Partai Ummat Gelar Diskusi Publik Maulid Nabi: Haekal Safar Hadirkan Perspektif Keteladanan Rasul dalam Isu Presidential Threshold

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

 

JAKARTA – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Partai Ummat menggelar “Diskusi Publik 1 & Temu Media” yang mengusung tema strategis dan kontemporer. Acara yang berlangsung pada Selasa, 12 Rabiul Awal 1448/ 25 Agustus 2026, di Grand Kota Bintang ini membahas isu krusial mengenai ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) serta relevansi keteladanan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam konteks konstitusi modern.

Fokus diskusi kali ini bertajuk “Mengawal Putusan Mahkamah Konstitusi tentang Ambang Batas Pencalonan Presiden & Keteladanan Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.” Pemilihan tema ini menunjukkan upaya partai untuk menjembatani nilai-nilai spiritual kenabian dengan dinamika hukum tata negara yang sedang hangat diperbincangkan publik.

Haekal Safar: Integritas sebagai Standar Politik

Kehadiran Haekal Safar selaku Ketua Harian DPP Partai Ummat—yang baru saja resmi dilantik untuk periode 2025–2030—menandai komitmen partai dalam menempatkan sosok pemimpin berintegritas dan berakhlak mulia sebagai standar ideal dalam berpolitik. Melalui diskusi ini, Partai Ummat berupaya menawarkan perspektif bahwa kepemimpinan nasional tidak hanya harus memenuhi syarat administratif konstitusional, tetapi juga harus mencerminkan karakter shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), fathonah (cerdas), dan tabligh (menyampaikan) sebagaimana teladan Rasulullah.

Isu ambang batas pencalonan presiden yang menjadi sorotan Mahkamah Konstitusi (MK) dibahas bukan sekadar dari sudut pandang legal-formal, melainkan juga dari aspek keadilan dan keterwakilan rakyat. Para pembicara dan peserta diskusi diajak untuk merenungkan apakah regulasi saat ini sudah sejalan dengan prinsip-prinsip kepemimpinan yang adil dan inklusif ala Islam.

Maulid Nabi sebagai Momentum Refleksi Bangsa

Acara yang dihadiri oleh sejumlah kader partai, tokoh masyarakat, dan perwakilan media ini berlangsung khidmat namun dinamis. Seorang pembicara tampak menyampaikan materinya dengan semangat di hadapan audiens yang antusias mengikuti jalannya diskusi. Beberapa peserta terlihat aktif mendokumentasikan acara, menandakan tingginya minat publik terhadap gagasan-gagasan yang ditawarkan Partai Ummat.

Dengan menggabungkan peringatan Maulid Nabi dan diskusi kebijakan publik, Partai Ummat ingin menegaskan bahwa agama dan politik bukanlah dua entitas yang terpisah. Justru, nilai-nilai kenabian seharusnya menjadi kompas moral bagi setiap pengambilan keputusan politik dan hukum di Indonesia.

Melalui forum ini, Partai Ummat berharap dapat memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif bagi bangsa, sekaligus menginspirasi para calon pemimpin masa depan untuk menjadikan akhlak Rasulullah sebagai fondasi utama dalam melayani rakyat dan menegakkan konstitusi. Kehadiran Haekal Safar sebagai motor penggerak operasional partai diharapkan mampu memperkuat langkah strategis tersebut, didukung jejaring sosial dan politik yang luas di berbagai daerah.(AW)

 

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 250826

Views: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

KOLOM

RUPA RUPA