Pemerintah Kota Denpasar Bali dan keluarga besar Puri Pamecutan tetap menggelar peristiwa heroik perang ‘Puputan Badung’ ke-117 yang akan berlangsung 20 September 2025 mendatang. “Perayaan tahun ini tetap dilaksanakan seperti perayaan tahun sebelumnya langsung difasilitasi pemerintah daerah kota denpasar “kata A.A. Turah Putra Dharmanuraga yang dihubungi hari Kamis sore (11/9/2025). “Namun tahun ini kita tidak menggelar acara arak arakan dijalan jalan cukup dipusatkan disatu tempat dilingkungan puri dan lapangan puputan badung hal ini sudah saya sampaikan pada saat menghadiri rapat tadi siang” katanya.
[Menurut Penglingsir Puri Pamecutan (Kerajaan Badung) itu Tumpek Landep adalah hari raya umat Hindu di Bali yang dirayakan setiap 210 hari sekali (enam bulan sekali) pada hari Saniscara Kliwon Wuku Landep. Perayaan ini memiliki makna ganda, yaitu untuk menyucikan benda-benda yang bersifat tajam dan runcing sebagai wujud syukur kepada Sang Hyang Pasupati, sekaligus sebagai tonggak “penajaman pikiran” (landeping idep) agar umat dapat memilah dan memilih jalan kebaikan.
Selain itu ternyata tanggal 20 September 2025 mendatang bertepatan dengan peringatan Hari Tumpak Landep ” bagi masyarakat Bali dikenal dengan istilah hari senjata ,”jelasnya. Menurut Penglingsir Puri Pamecutan (Kerajaan Badung) itu Tumpek Landep adalah hari raya umat Hindu di Bali yang dirayakan setiap 210 hari sekali (enam bulan sekali) pada hari Saniscara Kliwon Wuku Landep. Perayaan ini memiliki makna ganda, yaitu untuk menyucikan benda-benda yang bersifat tajam dan runcing sebagai wujud syukur kepada Sang Hyang Pasupati, sekaligus sebagai tonggak “penajaman pikiran” (landeping idep) agar umat dapat memilah dan memilih jalan kebaikan. Lapangan Puputan Badung terletak di jantung Kota Denpasar, Bali, dekat dengan Patung I Gusti Ngurah Made Agung dan Jalan Gajah Mada, serta menjadi pusat kegiatan dan upacara di wilayah tersebut. “Pada saat bencana banjir berlangsung syukurlah tidak terdampak begitu juga dengan puri kami . Lapangan itu titik nolnya kota Denpasar” pungkasnya. Perang Puputan Badung 1906 merupakan salah satu perang melawan penjajah Belanda yang paling diingat dan membekas di ingatan masyarakat Bali. (Moget)
*riha/ wi/ nf/ 130925
Views: 61




















