Beranda / LIFESTYLE / SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ramai-Ramai Menuju Kediri_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ramai-Ramai Menuju Kediri_

“Paman GaZa!” seru Adi Seruling Sakti saat dari kejauhan tampak olehnya bayangan seseorang yang terbang sambil menggendong sesuatu. Adi Seruling Sakti pun mencoba mengejar bayangan itu dengan segera. Melihat hal itu, Ki Ning pun lalu mengiuti arah yang ditempuh Adi Seruling Sakti.

“Paman GaZa! Berhenti!” seru Adi Seruling Sakti setelah jelas bahwa yang terbang menggendong seseorang itu adalah Panglima GaZa. Namun, dia tidak mau mengikuti perintah Adi Seruling Sakti dan tetap terus terbang menggendong Niki. Baru setelah Adi Seruling sakti berteriak sekali lagi, minta dia berhenti, Panglima GaZa berhenti sejenak, kemudian dia berkata singkat. “Bunda Ming.”

Setelah itu Panglima GaZa pun melanjutkan perjalanannya membawa jenazah Niki menuju pertapaan Putri Ming Nyamat. Mendengar ucapan Panglima GaZa itu, Adi Seruling Sakti tertegun, amarahnya seakan luntur, bahkan berganti dengan rasa kecut. Adi Seruling Sakti teringat, bahwa dia dapat mempunyai kekuatan seruling sakti karena latihan yang dibimbing oleh Putri Ming Nyamat ibunda Panglima GaZa. Tidak mungkin bagi Adi Seruling Sakti mencegah kepergian Panglima GaZa menuju pertapaan Putri Ming Nyamat.

Sesaat hati Adi Seruling Sakti pun bergejolak. Dia tidak ingin mengganggu lagi perjalanan Panglima GaZa, tetapi dia juga tidak ingin melewatkan kesempatan untuk dapat bertemu dengan Putri Ming Nyamat yang sedang bertapa tanpa selembar benang pun.

“Paduka, Raja Adi. Mengapa Paduka tidak jadi menghentikan Panglima GaZa. Bukankah dia yang membawa jenazah Niki, Ibunda Paduka?” tanya Ki Ning yang sudah berada di dekat Adi Seruling Sakti.

BACA JUGA:

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Jenasah Niki Hilang_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Misi Penyelamatan Keluarga Istana Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Tragedi di Istana Kerajaan Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Bencana di Istana kerajaan Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri Menghilang_

Akan tetapi, Adi Seruling Sakti tidak menjawab pertanyaan Ki Ning. Dalam benak Adi Seruling Sakti bahkan telah terbayang kilau pualam kecantikan Putri Ming Nyamat. Dia pun lalu justru mengikuti arah terbang Panglima GaZa, tanpa menjawab pertanyaan Ki Ning. Melihat hal itu Ki Ning menjadi bingung. Namun, Ki Ning lalu juga mencoba mengikuti arah terbang Adi Seruling Sakti dari belakang. Dia tidak berani mengganggu Adi Seruling Sakti lagi. Namun, tetap akan mengawal Adi Seruling Sakti, sambil memperhatikan kalau Adi Seruling Sakti akan mendapat gangguan, ancaman, serangan musuh dalam terbangnya mengikuti Panglima GaZa membawa jenazah Niki.

Views: 32

Halaman: 1 2 3 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 10
  • 10
  • 248
  • 223
  • 1,360
  • 4,706
  • 81,235
  • 81,235
  • 156,133
  • 32
  • 4,977
  • 271