
WARTA IDAMAN

Bekasi-Pertumbuhan digitalisasi menuntut adanya pengawalan secara nilai-nilai syariah, mengingat teknologi sebagai instrument daya mempunyai kekuatan besar tetapi harus memberi arah serta berorientasi pada kemaslahatan publik dari praktik manipulasi, jerat utang, atau kesenjangan ekonomi.
Hal ini disampaikan Pendiri Sakinah Finance sekaligus Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Tazkia, Prof Dr Murniati Mukhlisin, M.Acc dalam orasi ilmiah bertajuk “Membangun Peradaban Unggul melalui Integrasi Syariah di Era Digital” pada sidang Terbuka Senat Wisuda Program Sarjana ke XXVI dan Magister ke I Institut Attaqwa KH Noer Alie (IAN) Bekasi, Selasa 8 September 2026.
Murniati menegaskan kecerdasan buatan mampu menghasilkan teks dan menghitung risiko, namun manusia tetap memegang kendali atas nilai, tujuan, dan keputusan tersebut, untuk itu alumni IIUM ini mendorong transformasi tidak sekedar ekonomi digital berbasis konsumerisme, tetapi lebih dari itu harus menuju konsep Digital Falah.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- 5 Tips Konsisten Hijrah dalam Kehidupan Sehari-hari agar Tetap Istiqomah
- Kajian Kitab Al-Hikam #2
- Ketum Al Washliyah: Teladani Kepemimpinan Amanah dan Keadilan Ekonomi Rasulullah
- Amal sedikit penuh kesadaran Ilahi lebih baik dari pada banyak amal dengan kesombongan diri
- Maulid Barokah Munajat kami pada MU, Yaa Allah
- Hadiah Terindah di Sepertiga Malam dan Fajar
“Transformasi digital yang sekarang berkembang pesat, jangan hanya mengajar target ekonomi berbasis konsumerisme semata, tetapi harus menuju ekosistem digital yang menitikberatkan kesejahteraan inklusif, keadilan, keberlanjutan, serta penciptaan nilai nyata (value creation)” ujarnya.
Murniati menjelaskan lulusan perguruan tinggi Islam dalam menghadapi era modernisasi dan digitalisasi harus memahami literasi digital, “lulusan perguruan tinggi harus memiliki penguasaan data, algoritma, serta mitigasi risiko etis dan keamanan siber” jelas Rektor Universitas Tazkia 2017-2022.
Kemudian lulusan perguruan tinggi, lanjut Murniati harus dibekali dengan penguasaan literasi Syariah, penerapan prinsip keadilan, Amanah, dan kerangka maqashid al shari’ah berupa perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan dan harta sebagai pondasi pengembangan inovasi dan kreatifitas.
>>> ke Halaman 2
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- FFP Universitas Paramadina Bawa Perspektif Lintas Disiplin ke Malaysia, Bekali Calon Mutawwif Hadapi Tantangan Global
- Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI
- Mentan Amran di Muktamar V Wahdah Islamiyah: Indonesia Swasembada Pangan, Ekspor Beras Hingga ASEAN dan 10 Ribu Ton ke Palestina
- Kemenhaj Buka Seleksi PPIH Arab Saudi 2027, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
- Glocalizing Entrepreneurship Education: Forum Internasional IFEE 2026 Hadirkan Sandiaga Uno dan Akademisi Global untuk Masa Depan Berkelanjutan
- Hubungan Sejarah Indonesia-Yaman Perkuat Fokus Kerja Sama Sektor Pendidikan
- Kunjungi PWNU Jawa Tengah; AsCare Jepang, Tsubasa TC Jepang & Konsultan Hajime Jepang Sepakati Kerjasama
Views: 0





















