
WARTA IDAMAN

Jakarta — IndonesiaBermutu (IB) terus mendorong penguatan transformasi pendidikan melalui penerapan Sekolah Berbasis Riset, Berkearifan Lokal, dan Berkelanjutan (SEBARKAN). Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin di Korea Center Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA), 3 September 2026.
Pendiri IndonesiaBermutu, Dr. Deni Hadiana, bersama Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., M.Pd., dan Ken Heryani Sulis, M.Pd., menerima rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin. Pertemuan tersebut secara khusus mendiskusikan peluang implementasi konsep SEBARKAN di Kabupaten Musi Banyuasin sebagai bagian dari pengembangan pendidikan yang kontekstual, berbasis bukti, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
IndonesiaBermutu merupakan wadah para peneliti dan praktisi pendidikan lintas disiplin yang memiliki komitmen untuk mewujudkan pendidikan bermutu melalui pengembangan gagasan, praktik, dan gerakan pendidikan yang kontekstual serta berbasis bukti. IB didirikan oleh Dr. Deni Hadiana bersama rekan-rekannya pada 17 Agustus 2015. Salah satu gagasan yang dikembangkan adalah SEBARKAN.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- 5 Tips Konsisten Hijrah dalam Kehidupan Sehari-hari agar Tetap Istiqomah
- Kajian Kitab Al-Hikam #2
- Ketum Al Washliyah: Teladani Kepemimpinan Amanah dan Keadilan Ekonomi Rasulullah
- Amal sedikit penuh kesadaran Ilahi lebih baik dari pada banyak amal dengan kesombongan diri
- Maulid Barokah Munajat kami pada MU, Yaa Allah
- Hadiah Terindah di Sepertiga Malam dan Fajar
Dalam diskusi, SEBARKAN dipahami bukan sebagai penambahan mata pelajaran atau kurikulum baru. Riset ditempatkan sebagai cara warga sekolah belajar, mengajar, bekerja, mengambil keputusan, dan melakukan perbaikan. Konsep ini mencakup tiga aktor utama transformasi, yakni murid sebagai pembelajar yang memiliki suara dan inisiatif, guru sebagai perancang pengalaman belajar sekaligus pembelajar atas praktik profesionalnya, serta manajemen sekolah sebagai pengelola yang menggunakan data dan temuan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Mengembangkan Sekolah Berbasis Riset
Pembahasan implementasi SEBARKAN di Musi Banyuasin diarahkan pada bagaimana sekolah dapat membangun mental riset sejak dini. Dalam konsep IndonesiaBermutu, mental riset tidak sekadar berarti kemampuan melakukan penelitian formal, tetapi merupakan sikap untuk peka terhadap realitas, berani bertanya, mencari dan menguji bukti, terbuka terhadap koreksi, mempertimbangkan berbagai kemungkinan, serta terus melakukan perbaikan.
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- FFP Universitas Paramadina Bawa Perspektif Lintas Disiplin ke Malaysia, Bekali Calon Mutawwif Hadapi Tantangan Global
- Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI
- Mentan Amran di Muktamar V Wahdah Islamiyah: Indonesia Swasembada Pangan, Ekspor Beras Hingga ASEAN dan 10 Ribu Ton ke Palestina
- Kemenhaj Buka Seleksi PPIH Arab Saudi 2027, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
- Glocalizing Entrepreneurship Education: Forum Internasional IFEE 2026 Hadirkan Sandiaga Uno dan Akademisi Global untuk Masa Depan Berkelanjutan
- Hubungan Sejarah Indonesia-Yaman Perkuat Fokus Kerja Sama Sektor Pendidikan
- Kunjungi PWNU Jawa Tengah; AsCare Jepang, Tsubasa TC Jepang & Konsultan Hajime Jepang Sepakati Kerjasama
Pendekatan tersebut diperkuat melalui Pembelajaran EIR, yakni Experiential, Inquiry, dan Research. Pembelajaran dimulai dari pengalaman dan fenomena nyata, kemudian dikembangkan melalui pertanyaan dan penyelidikan hingga peserta didik mampu mengumpulkan, menguji, dan menganalisis bukti serta menggunakan temuan untuk melakukan perbaikan.
IndonesiaBermutu juga menempatkan kearifan lokal sebagai bagian penting dalam SEBARKAN. Pengetahuan dan praktik masyarakat tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi dapat menjadi sumber pengalaman, pertanyaan, dan bahan penyelidikan. Kearifan lokal dapat dikaji secara kritis dan didialogkan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, serta berbagai persoalan masa kini.
>>> ke Halaman 2
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- Danrem 072/Pamungkas Bekali Mahasiswa Baru UMBY Semangat Bela Negara
- Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Menkes Meminta Masyarakat Batasi Aktivitas di Luar Rumah
- Danrem 072/Pamungkas Hadiri Grebeg Minggir di Ponpes Gus Muwafiq, Perkuat Sinergi dan Teladani Akhlak Rasulullah SAW
- Pasis Dikreg Sesko TNI LVI berikan Penyuluhan Karhutla di Kec. Selat, Kab. Kapuas
- Hari ketiga, Pasis Dikreg Sesko TNI LVI berikan Penyuluhan Karhutla di Desa Bereng Kec. Kahayan Hilir, Kab. Pulang Pisau
- Hari kedua, Pasis Dikreg Sesko TNI LVI berikan Penyuluhan Karhutla di Desa Hanjak Maju, Pulang Pisau
Views: 0























