Beranda / Internasional / Glocalizing Entrepreneurship Education: Forum Internasional IFEE 2026 Hadirkan Sandiaga Uno dan Akademisi Global untuk Masa Depan Berkelanjutan

Glocalizing Entrepreneurship Education: Forum Internasional IFEE 2026 Hadirkan Sandiaga Uno dan Akademisi Global untuk Masa Depan Berkelanjutan

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

JAKARTA – Universitas Paramadina, melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Departemen Manajemen, kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan pendidikan kewirausahaan di tingkat global. Pada tanggal 19 Agustus 2026, universitas ini menggelar International Forum for Entrepreneurship Educators (IFEE) 2026 dengan tema strategis: “Glocalizing Entrepreneurship Education: Cultivating Mindsets for a Sustainable Future”.

Acara yang berlangsung secara hibrida dari Jakarta ini menghadirkan deretan pembicara kelas dunia dan nasional, termasuk mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga S. Uno, serta akademisi dari Vietnam dan Inggris. Forum ini menjadi wadah penting bagi para pendidik, peneliti, dan praktisi untuk merumuskan strategi pendidikan kewirausahaan yang relevan dengan konteks lokal namun tetap berdaya saing global (glocal).

Kolaborasi Lintas Negara dan Institusi

IFEE 2026 merupakan hasil kolaborasi prestisius antara Universitas Paramadina, University of Economics Ho Chi Minh City (UEH) Vietnam, Glasgow Caledonian University (GCU) Inggris, serta Hippi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Kerjasama internasional ini mencerminkan upaya nyata dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D., Rektor Universitas Paramadina, dalam sambutan pembukaannya menekankan pentingnya adaptasi kurikulum kewirausahaan. Menurutnya, pendidik tidak hanya dituntut mengajarkan teori bisnis, tetapi juga menanamkan pola pikir (mindset) yang mampu menjawab tantangan keberlanjutan lingkungan dan sosial di era modern.

Sandiaga Uno: Kewirausahaan sebagai Kunci Ketahanan Ekonomi

Kehadiran Sandiaga S. Uno sebagai pembicara utama menjadi sorotan tersendiri. Sebagai seorang entrepreneur sukses sekaligus former menteri yang pernah memimpin sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Sandiaga berbagi wawasan praktis tentang bagaimana pendidikan kewirausahaan dapat mencetak generasi yang tangguh.

“Pendidikan kewirausahaan harus menyentuh aspek ‘glocal’. Kita perlu memahami tren global, tetapi eksekusinya harus mengakar pada kearifan dan potensi lokal. Ini adalah kunci untuk menciptakan lapangan kerja dan ketahanan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Sandiaga dalam sesi sharing-nya.

Ia juga menyoroti peran vital para educator dalam membimbing mahasiswa atau peserta didik untuk tidak takut gagal dan berani berinovasi, terutama dalam menghadapi disrupsi teknologi dan perubahan iklim.

Perspektif Global dari Vietnam dan Inggris

Forum ini juga diperkaya oleh perspektif internasional. Dr. Angelina Nath Hanh Le dari UEH Vietnam dan Dr. Vasilios Stouraitis dari Glasgow Caledonian University Inggris memberikan masukan berharga mengenai best practice pendidikan kewirausahaan di negara masing-masing.

Sementara itu, Prof. Gancar C. Premananto dari Universitas Airlangga dan Muhammad Fauzy dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI melengkapi diskusi dengan analisis kebijakan dan implementasi akademis di Indonesia. Ibnu Riyanto, Founder & CEO Trusmi Group, hadir memberikan sudut pandang praktisi industri mengenai kompetensi apa yang sebenarnya dibutuhkan pasar saat ini.

Akses Gratis dan Sertifikat untuk Pendidik

Menariknya, IFEE 2026 dibuka secara gratis bagi publik, khususnya para guru dan dosen. Panitia bahkan menyediakan sertifikat partisipasi dan informasi beasiswa khusus bagi pengajar di lingkungan Universitas Paramadina. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pengetahuan dan jaringan yang terbangun dalam forum ini dapat didiseminasi seluas-luasnya kepada para agen perubahan di ruang kelas.

Acara yang dimoderatori oleh Nurllya Apriyana, MM, ini berlangsung pukul 13.30 hingga 19.30 WIB. Dengan mengusung semangat “Glocalizing”, IFEE 2026 bukan sekadar seminar, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk meredefinisi masa depan pendidikan kewirausahaan Indonesia yang lebih manusiawi, inovatif, dan berkelanjutan.

 

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 190826

Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *