Beranda / INTERNASIONAL / Halal Bihalal 1447 H di “Kampung Aceh” Harrisburg, Amerika

Halal Bihalal 1447 H di “Kampung Aceh” Harrisburg, Amerika

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

 

Hangatnya Silaturahmi di Negeri Rantau, Dari Tradisi Rumah ke Panggung Dunia
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai perayaan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar komunitas Aceh dalam naungan Aceh Community Centre (ACC), Sabtu (28/3/2026), di aula Masjid ISGH Harrisburg—yang akrab dikenal sebagai Masjid Pakistan.

Untuk pertama kalinya, Halal Bihalal komunitas Aceh di Harrisburg diselenggarakan secara lebih besar dan terorganisir. Jika sebelumnya kegiatan ini berlangsung sederhana dari rumah ke rumah sesama perantau, kini acara tampil lebih meriah dan profesional berkat dukungan program hibah pemerintah Amerika Serikat (Federal Grants), sekaligus menunjukkan eksistensi komunitas Aceh yang semakin kuat di kancah internasional.

Ratusan warga Aceh dari berbagai kota di Amerika Serikat turut hadir, mulai dari Washington DC, New Jersey, Philadelphia, Boston, New York, hingga Baltimore. Kehadiran mereka bukan hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga mempererat ikatan emosional sesama perantau. Tak hanya itu, masyarakat dari berbagai komunitas lain juga ikut meramaikan acara, mencerminkan indahnya keberagaman dalam bingkai persaudaraan lintas budaya.

Acara dipandu oleh Fairuziana, perantau asal Banda Aceh yang telah menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Kegiatan diawali dengan makan bersama, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa, kemudian sambutan dari Presiden ACC, Tgk. Muhammad Arsyad.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi serta memperkuat identitas keislaman dan budaya Aceh di tanah rantau, sebagai fondasi utama dalam membangun generasi diaspora yang tetap berakar pada nilai-nilai luhur.

Wawasan menarik juga disampaikan oleh Aminah Arsyad, generasi muda Aceh yang mengangkat peran penting imigran dalam kehidupan sosial di Amerika Serikat. Sementara itu, tausiah penuh makna disampaikan oleh Dr. Karim, perantau asal Lebanon, yang mengajak seluruh hadirin untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman di tengah dinamika kehidupan modern di negeri Barat.

Salah satu momen paling meriah terjadi saat sesi Quiz Ensiklopedia Islam untuk anak-anak. Dengan penuh semangat, anak-anak berlomba menjawab pertanyaan seputar pengetahuan Islam untuk memenangkan hadiah menarik. Sesi ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan membangun kepercayaan diri generasi muda Aceh di perantauan.

Menjelang penutupan, Presiden ACC mengajak seluruh tamu dan undangan untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana pembangunan “Meunasah (Langgar) Aceh” , sebuah proyek besar yang telah dirintis selama lebih dari enam tahun. Jika terwujud, meunasah ini akan menjadi yang pertama bagi komunitas Aceh di Amerika Serikat.

Pembangunan Meunasah Aceh diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan agama dan pelestarian budaya bagi generasi penerus. Sebuah langkah strategis dalam menjaga jati diri dan memperkuat identitas Aceh di tengah kehidupan diaspora global.

Di momen ini, penulis juga berkesempatan mewawancarai seorang pengusaha asal Aceh, Teuku Malikul Rahmad atau yang akrab disapa Bg Malik. Ia telah menetap di Amerika Serikat selama kurang lebih 25 tahun. Dalam perbincangan singkat, Bg Malik membagikan berbagai pengalaman hidup dan perjalanan usahanya, sekaligus memberikan motivasi kepada sesama perantau untuk terus berjuang, menjaga nilai kebersamaan, dan tidak melupakan akar budaya. Sosoknya dikenal sebagai pribadi yang dermawan, rendah hati, serta aktif menjalin silaturahmi di tengah komunitas.

Selain itu, menjelang berakhirnya acara, penulis juga berkesempatan mewawancarai Tgk. Muhammad Arsyad selaku Presiden ACC. Ia menyampaikan harapannya agar kegiatan Halal Bihalal ini dapat terus berkembang setiap tahunnya dan menjadi wadah pemersatu masyarakat Aceh di perantauan, sekaligus memperkenalkan budaya Aceh kepada masyarakat internasional.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, komunitas Aceh di Harrisburg berharap tradisi Halal Bihalal ini dapat terus berlanjut setiap tahun, menjadi jembatan silaturahmi yang menguatkan persaudaraan di negeri rantau. Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi simbol bahwa nilai-nilai kebersamaan, keislaman, dan budaya Aceh tetap hidup dan tumbuh, meski berada jauh dari tanah kelahiran.

Harrisburg, 28 Maret 2026
( Iqbal )

 

 

 

 

 

*taab/ wi/ nf/ 010426

Views: 45

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 1
  • 65
  • 54
  • 215
  • 91
  • 8,507
  • 21,293
  • 169,332
  • 254,961
  • 150,645
  • 45
  • 4,765
  • 270