Akankah Zionis Mensabotase Perjanjian Iran-Amerika? Membaca Peta Licik Netanyahu di Tengah Harapan Gencatan Senjata

Posted by : wartaidaman 24/06/2026

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

Oleh : Salas Aly Temur

 

 

*Setitik Cahaya di Timur Tengah*

Di penghujung tahun 1447 H, dunia menarik napas lega. Tim nasional Iran akhirnya mendapat izin visa untuk bertanding di Piala Dunia AS, tetapi lebih dari itu, isu yang jauh lebih monumental adalah sinyal kesediaan Amerika Serikat untuk menandatangani gencatan senjata permanen dengan Iran pada 19 Juni 2026. Jika terwujud, ini akan menjadi titik balik geopolitik global. Namun, di balik optimisme itu, menggelayut satu pertanyaan besar: Akankah Zionis menyabotase perjanjian bersejarah ini?

*Denyut Ekonomi Global dan Isi Kesepakatan*

Kabar gencatan senjata ini serta merta membawa denyut ekonomi dunia membaik. Iran membuka kembali Selat Hormuz, urat nadi minyak dunia, sementara Amerika menghentikan blokadenya di Laut Oman. Lebih penting lagi, kesepakatan ini juga mencakup penghentian agresi Zionis di Lebanon dan Gaza. Ini bukan sekadar perjanjian bilateral; ini adalah paket perdamaian yang mengancam eksistensi strategi jangka panjang Israel.

*Kegelisahan Zionis: Mengapa Netanyahu Tidak Dilibatkan?*

Pertanyaan krusial muncul: mengapa Benjamin Netanyahu tidak dilibatkan dalam proses ini? Jawabannya sederhana namun menakutkan bagi Zionis: Perjanjian ini memukul konsensus nasional Israel tentang “Eretz Israel” (Tanah Israel Raya) dalam penantian Mesias. Zionis tidak akan pernah rela melihat Iran, yang mereka sebut sebagai “duri beracun yang tak bisa ditaklukkan”, justru duduk setara dengan AS. Sementara negara-negara Muslim lain seperti Saudi, Mesir, atau UAE bisa digerakkan dalam lanskap geopolitik, Iran adalah batu sandungan ideologis yang tidak bisa dibeli.

*Trump dan Dualisme Kebijakan AS*

Dunia harus menyisihkan setidaknya 30% harapan bahwa perjanjian ini bisa gagal secara mendadak. Sikap Donald Trump yang cenderung melunak bukan karena kebaikan hati, melainkan karena tekanan politik dalam negeri: menyelamatkan Partai Republik dan meredam inflasi akibat harga minyak tinggi. Namun alam bawah sadar Trump tetaplah permusuhan laten kepada Iran dan Rusia—sebuah warisan sejarah sejak Inggris memenangkan perang Eropa melawan Napoleon. Rusia yang Ortodoks tidak pernah bisa ditaklukkan dunia Barat. Rusia pun tidak bisa didikte oleh sistem kapitalis berdarah Yahudi Ashkenazi. Maka, tekanan spesifik dari lobi Zionis terhadap rezim Trump bisa menggagalkan diplomasi ini kapan saja.

*Watak Kedengkian dalam Perspektif Al-Qur’an*

Mengapa Zionis begitu keras menentang perdamaian Iran-AS? Al-Qur’an telah membocorkan jatidiri mereka. Selama mereka berpegang pada cara pandang Yahudi (yang megalomania, materialistis dan ekspansionis), maka kedengkian akan terus menyertai. Bukan karena masalah teologi ketuhanan, melainkan karena tergesernya posisi pengendalian umat manusia dari tangan mereka ke tangan umat Rasulullah SAW. Hal ini sangat menyakitkan mereka.

_”Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Alkitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”_ (QS. Ali Imran :19)

Tatkala suku Aus dan Khazraj di Yatsrib berhasil dipecah belah oleh Yahudi, peperangan yang terjadi justru menguntungkan ekonomi mereka. Namun ketika Rasulullah SAW menyatukan Aus dan Khazraj, Yahudi terus mengganggu kepemimpinan beliau hingga puncaknya di Perang Khaibar. Pola ini persis sama: setiap kali umat Islam bersatu, Zionis akan mengirim agen provokasi dan sabotase.

*Netanyahu sebagai Ya’juj wa Ma’juj Modern*

Apa yang terjadi hari ini tidak akan berubah dari sikap mereka. Umat Islam, khususnya Iran dan Pakistan yang aktif menggalang perdamaian dengan AS, harus tetap waspada terhadap tindakan licik Netanyahu. Dalam kerangka eskatologi Islam, perilaku Zionis modern—merusak peradaban, menyebarkan fitnah global, dan menolak segala bentuk rekonsiliasi—sangat mencerminkan karakter Ya’juj wa Ma’juj di era modern. Mereka tidak akan berhenti sampai Timur Tengah benar-benar dikuasai atau dihancurkan.

*Sabotase Hampir Pasti Terjadi*

Lantas, akankah Zionis mensabotase perjanjian Iran-Amerika? Kemungkinannya sangat besar. Dalam lima hari ke depan, sebelum 19 Juni 2026, kita bisa menyaksikan serangan mendadak, pembunuhan tokoh kunci, atau tekanan intensif terhadap Trump dari dalam negeri AS. Dunia boleh berharap, tetapi Iran dan poros perlawanan harus bersiap: karena setiap kali ada cahaya perdamaian di Timur Tengah, Zionis selalu datang membawa kegelapan sabotase.

Wallah A’lam

1 Muharram 1448

 

 

 

 

*anar/ pjmi/ wi/ nf/ 220626

Views: 5

RELATED POSTS
FOLLOW US

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *