JAKARTA – Janji konstitusi dan komitmen terhadap pelestarian budaya lokal akhirnya terwujud secara formal. Pada Jumat, 28 Agustus 2026, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 797 Tahun 2026 tentang Pembentukan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi (LAKB). Melalui SK tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo ditetapkan sebagai Ketua Dewan Adat LAKB, sekaligus mengukuhkan susunan keanggotaan dewan adat yang baru.
Penetapan ini menandai berakhirnya proses panjang dan dinamika yang menarik seputar pembentukan lembaga adat resmi bagi suku asli Jakarta. Kehadiran LAKB dipandang sebagai langkah strategis untuk menegaskan identitas Jakarta tidak hanya sebagai kota global yang modern, tetapi juga sebagai entitas yang berakar kuat pada nilai-nilai leluhur.
Azis Khafia: LAKB Adalah “Sadah Sentral” Kebetawian
Dalam acara pengukuhan LAKB di Jakarta, Azis Khafia menekankan pentingnya momen ini bagi keberlangsungan budaya Betawi. Ia menyatakan bahwa penerbitan SK Gubernur oleh Bang Anung adalah pemenuhan janji konstitusi sekaligus janji adat yang telah lama dinantikan.
“Ini menjadi momentum bagi Jakarta dan juga bagi kaum Betawi untuk lebih menegaskan identitas Jakarta sebagai kota global yang berbudaya. Dan identitas budaya tersebut adalah ‘Adat dan Budaya Betawi’,” tegas Azis Khafia di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Azis memproyeksikan peran vital LAKB ke depan. Menurutnya, lembaga ini harus berfungsi sebagai “sadah sentral” (pusat rujukan utama) kebetawian. Artinya, segala representasi adat dan budaya Betawi, baik di tingkat lokal Jakarta, nasional Nusantara, maupun internasional, harus bermuara dan divalidasi melalui LAKB.
Tantangan Ke Depan: Kerja Keras Menjaga Marwah Budaya
Meski pembentukan lembaga sudah rampih secara administratif, Azis Khafia mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya baru saja dimulai. Status sebagai pusat rujukan budaya menuntut kerja keras yang konsisten dari seluruh elemen masyarakat Betawi dan pengurus LAKB itu sendiri.
LAKB kini memegang amanah berat untuk menjaga marwah, merumuskan standar adat, serta memastikan bahwa perkembangan Jakarta sebagai kota metropolitan tidak menggerus esensi kearifan lokal Betawi. Dengan Fauzi Bowo yang memiliki rekam jejak panjang dalam memajukan budaya Betawi memimpin Dewan Adat, diharapkan LAKB dapat menjadi benteng kokoh yang menyelaraskan modernisasi dengan tradisi, sehingga wajah Jakarta tetap autentik di mata dunia.
*anwi/ wi/ nf/ 280826
Views: 0




















