Oleh : Dr.Azis Khafia
Seorang motivator bernama Kishore Mahbubani yang tinggal di Singapura pernah menulis buku provokatif dengan pertanyaan. “Bisa kah orang Asia maju?”. Ia pun memberikan tiga kemungkinan jawaban; YA, TIDAK dan MUNGKIN. Masing-masing jawaban tentu disertai alasan (dalil) yang sangat rasional dan mudah diterima. Saya mencoba mengutip pertanyaan yang sama untuk kaum Betawi, tentu dengan motif (niatan) yang baik, sekaligus mengekspresikan rasa syukur atas untik kaum Betawi yang baru saja memiliki rumah besar dan baru bernama Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi (LAKB). Apakah kaum betawi bisa maju?
Jawabannya memang tidak mudah dan masing-masing pembaca pasti memiliki jawaban subyektif. Namun mengikuti alur fikir buku yang ditulis kishore, sayapun akan menuangkan ketiga jawaban tersebut.
Tapi jawaban akan saya mulai dengan “TIDAK”
Rasanya tidak akan maju masyarakat betawi, ia akan tergerus oleh persaingan ketat di kampung halamannya, penggusuran sebagai konsekuensi pembangunan di Jakarta dan sekitarnya, bukan hanya menghancurkan bangunan rumah dan properti orang betawi, tetapi juga menggusur bangunan sosial dan tradisi yang hidup di kampung tersebut. Belum lagi ketidaksiapan kaum betawi menghadapi tantangan dan perubahan besar kota megapolitan, ia mengalami gagap budaya (culture shock) yang dahsyat sehingga identitas kebetawian makin absurd baik secara materil maupun budaya non materil. Belum lagi tantangan dari dalam diri mereka sendiri, kurangnya pemahaman tentang adat, budaya serta potensi yang mereka miliki membuat mereka terkadang terjebak kepada betawi artfisial, melakoni betawi pada sisi-sisi yang hanya mereka liat dan yakini tanpa memahmi lebih mendalam. Pada akhirnya munculah sosok yang dianggap tokoh betawi tetapi jauh sekali dari apa yang ada dalam standar orang Betawi. Dan maaih banyak fenomena lain yang jika dirunut sepertinya sulit bahkan Tidak mungkin mereka akan maju. Jawaban tidak jika secara nyata seperti suku Indian di Amerika yg tinggal cerita serta suku-suku inti di kota-kota besar di dunia yang telah kehilangan identitas masyarakat inti nya.
MUNGKIN !
Sangat mungkin, karena Betawi seperti halnya etnik dunia lainnya, ia berada dalam ruang dan waktu yang dinamis, sehingga sangat mungkin maju dan berkembang bahkan bisa menjadi suku dominan dan menjadi model bagi yang lainnya. Peluang selalu ada bagi yang berjuang dan berusaha. Geliat muncul nya ormas Betawi pasca reformasi menjadi salah satu indikator keseriusan dan kepercayaan diri masyarakat betawi untuk mengerek bendera kebetawian. Jadi sangat mungkin betawi akan maju !, menurut saya yang optimis.
YA !
Kaum Betawi akan maju. Karena ia etnik yang menurut saya adalah etnik yang diciptakan Tuhan dengan sentuhan dan serapan sangat kaya. Betawi memilki sentuhan budaya nusantra dan global. Sentuhan budaya nusantara sangat jelas karena ia adalah bagian dari etnik melayu, sedangkan sentuhan global dapat dilihat secara nyata adalah sentuhan dan serapan budaya asia (tionghoa, jepang), sentuhan eropa (portugis, jerman, prancis, inggris dan belanda), sentuhan Arab (Yaman, mekah, madinah, Gijarat dll). Sentuhan budaya ini mengalami adaptasi dan modifikasi yang luar biasa sehingga kaum Betawi memiliki karakteristik yang kuat, egaliter, toleran, religius, humanis serta humoris.sehingga Betawi merupakan ‘miniatur nya Indonesia’. Modal sosial ini harus dikembangkan dan direkonstruksi sedemikian rupa sehingga dapat menjadikan kekuatan. Inilah jawban YA menurut saya. Nah Lahirnya Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi (LAKB) menjadi mesin percepatan pergerakan mengeksplorasi dan mengeksploitasi adat dan budaya betawi agar menjadi identitas utama kota Jakarta dan sekitar, dan pada giliranya mampu rampil sebagai identitas budaya Global !.
*anwi/ wi/ nf/ 300826
Views: 7





















