Presiden Prabowo Subianto Menyatukan yang Tercerai Berai

Posted by : wartaidaman 18/11/2025

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

Catatan : Muchlis Hassan ( Ketua Gerakan Revolusi Putih 08 )

 

Pemberian gelar pahlawan nasional kepada para tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang diusulkan oleh kementerian kebudayaan telah selesai dilaksanakan di istana negara. Dari beberapa tokoh besar yang mendapat gelar pahlawan nasional salah satunya adalah mantan presiden RI ke. 2 Soeharto.

Terkait dengan adanya pro dan kontra pemberian gelar pahlawan nasional kepada mantan presiden Soeharto semuanya adalah bagian dari bentuk iklim demokrasi ditengah-tengah masyarakat, dan tidak perlu untuk dipermasalahkan.

Di DPR sendiri mayoritas semua fraksi sangat menyetujui perihal pemberian gelar pahlawan nasional kepada mendiang mertua presiden Prabowo Subianto dan beberapa tokoh besar lainnya, hanya fraksi PDIP yang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pemberian gelar pahlawan nasional kepada mantan presiden Soeharto, namun menyetujui kepada yang lain.

Sebenarnya yang menarik adalah bukan tentang layak atau tidaknya pemberian gelar pahlawan nasional disematkan kepada mantan presiden Soeharto, namun kita melihat bagaimana cara Presiden Prabowo berupaya keras merekonsiliasi luka politik yang tak berkesudahan.

Lihatlah, bagaimana ketika Prabowo menyetujui pencabutan TAP MPRS No. XXXII/MPRS/1967. TAP MPRS 33/1967 sendiri adalah “luka” yang digantungkan kepada keluarga Bung Karno tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintah Negara dari Presiden Soekarno. TAP MPRS ini menyinggung keterlibatan Soekarno dalam peristiwa G30S.

Sama halnya dengan pemberian gelar nasional kepada Soeharto, pencabutan TAP MPRS 1967 tersebut menuai pro dan kontra dari beberapa kalangan. Namun bagi Presiden Prabowo seorang pemimpin negara yang telah berjasa besar terhadap persatuan dan kesatuan bangsa tidak layak dihujani dengan tuduhan-tuduhan berbau politik.

Megawati sendiri sampai meneteskan air mata tatkala mengucapkan terimakasih kepada pimpinan MPR karena telah mencabut TAP MPRS NO. 33/1967 tersebut.

“Saya atas nama pribadi dan keluarga Bung Karno dan juga keluarga besar PDIP mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan seluruh anggota MPR RI, ” Ujar Megawati dengan terisak-isak.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada Presiden Prabowo yang telah menindaklanjuti pencabutan TAP MPRS tersebut itu.

“Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah merespons surat pimpinan MPR RI terkait tindak lanjut pemulihan nama baik dan hak-hak Bung Karno sebagai Presiden Republik Indonesia pertama,” tuturnya.

Megawati menyadari betul bahwa tidaklah mudah untuk mencabut TAP MPRS No. 33/1967, karena harus melalui keputusan di DPR/MPR. Bahkan dirinya sendiri ketika menjabat sebagai Presiden RI. Ke. 5 tidak mampu untuk meloloskan hal tersebut. Begitupun dengan almarhumah suaminya Taufik Kiemas ketika menjabat sebagai ketua MPR 2004-2009 juga tidak bisa meloloskan usulan pencabutan TAP MPRS hantu tersebut.

Maka, apa yang dilakukan oleh Presiden Prabowo dengan menyetujui pencabutan TAP MPRS tentang dugaan Keterlibatan Bung Karno berkolusi dengan PKI adalah sebuah langkah besar yang perlu diapresiasi Begitupun dengan pemberian gelar pahlawan nasional kepada almarhum mantan presiden Soeharto.

Sekarang kedua keluarga (Bung Karno dan Pak Harto ) dapat bernafas dengan lega dan tersenyum sumringah. Hanya di era Presiden Prabowo vonis hantu tersebut berakhir.

Presiden Prabowo sendiri telah berkali-kali menekankan pentingnya menghargai jasa para pemimpin-pemimpin terdahulu meskipun pemimpin terdahulu ada kekurangannya.

“Saya ingatkan generasi penerus, saya ingatkan masyarakat Indonesia, Marilah kita pandai-pandai menghormati jasa-jasa semua tokoh, jasa-jasa semua pemimpin. Pemimpin itu manusia, Apakah pemimpin maha paripurna? Ya tidak,” kata Prabowo.

“Setiap pemimpin pasti ada kekurangan tapi pada esensinya marilah kita punya rasa keadilan di hati kita, marilah kita menjadi manusia yang jernih, marilah kita menghormati orang tua menghormati semua yang berjasa,” tambahnya.

Sungguh kita patut bangga memiliki seorang pemimpin seperti Prabowo Subianto,

“Salam Indonesia Raya”
Prabowo untuk Indonesia

 

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 151125

Views: 20

RELATED POSTS
FOLLOW US

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *