
WARTA IDAMAN

JAKARTA — Di tengah tantangan kondisi ekonomi yang dihadapi masyarakat, polemik mengenai isu ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus memantik kegaduhan politik. Koordinator Penggerak Potensi Indonesia (Kopsindo) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah guna meredam gejolak tersebut agar jalannya pemerintahan tidak terganggu oleh dinamika politik yang berkepanjangan.
Desakan itu disampaikan oleh Ketua Umum Kopsindo, Drs. Rambun Sumardi, Ak., M.Si. Menurutnya, energi pemerintah seharusnya difokuskan pada realisasi janji Asta Cita, seperti pembukaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta pemberantasan korupsi.
“Kami minta Pak Prabowo segera menyikapi kondisi politik saat ini. Jangan sampai kegaduhan ini terus dipelihara dan mengganggu jalannya pemerintahan,” ujar Rambun.
Pernyataan Kopsindo ini menjadi catatan penting bagi pemerintah. Meski menyatakan komitmennya untuk mendukung jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029, Kopsindo menegaskan bahwa dukungan tersebut bukan berarti bersikap pasif terhadap persoalan mendasar rakyat. Kopsindo menilai, saat ini persoalan riil masyarakat seperti tingginya angka pengangguran, lonjakan harga kebutuhan pokok, dan rasa keadilan dalam penegakan hukum harus menjadi prioritas utama.
“Fokusnya harus menciptakan lapangan pekerjaan dan menuntaskan korupsi, bukan terjebak dalam dinamika politik setiap hari,” tegasnya.
Selain itu, Kopsindo menyoroti pentingnya efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran negara, termasuk pengawasan ketat terhadap Danantara yang mengelola aset negara, demi mencegah potensi penyimpangan baru. Target penerimaan pajak yang terus digenjot juga diharapkan diimbangi dengan perhitungan yang matang agar tidak membebani masyarakat kecil.
“Stabilitas politik itu bukan soal membungkam kritik. Stabilitas sejati terwujud ketika pemerintah mampu bekerja secara optimal dan rakyat bisa mendapatkan pekerjaan serta penghidupan yang layak,” pungkas Rambun.
Kopsindo, yang dideklarasikan pada September 2023 dan resmi berbadan hukum sejak September 2024, merupakan organisasi yang beranggotakan praktisi hukum, ekonomi, akademisi, hingga relawan. Organisasi ini mengusung misi untuk bersinergi sekaligus memberikan kritik konstruktif yang disertai solusi terhadap kebijakan pemerintah. (Iws)
*****
Terima kasih telah membaca artikel ini. Dapatkan artikel menarik lainnya di sini.
Dukung terus WARTA IDAMAN – Berita Semesta "Syiar Hijrah".
Silakan berikan komentar yang membangun pada kolom di bawah ini.
Jangan lupa membagikan artikel ini ke media sosial Anda melalui tombol bagikan di bawah!
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- Tiga Tingkatan Himmah (Keinginan) pada Diri Manusia
- PB Al Washliyah Resmikan Sekolah Sepak Bola Washliyah Football Academy
- Kiprah Mohammad Anthoni di Fase Sunyi: Merajut Ukhuwah dan Akar Sejarah PJMI
- Napas Perjuangan 15 Tahun PJMI: Dari Tujuh Pemrakarsa hingga Kepemimpinan Mohammad Anthoni, Iwan Samariansyah, dan Ismail Lutan
- Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia: dari tujuh pemrakarsa hingga kepemimpinan Mohammad Anthoni, Iwan Samariansyah, dan Ismail Lutan
- Refleksi Hari Santri Nasional: Dari Ideologi ke Imagogi, Ketika Perjuangan Tergantikan oleh Pencitraan
- SANTRI HARUS DIBERI PELUANG UNTUK MEMBUAT RESOLUSINYA SENDIRI
- DARI PARIS KE ASIA: Dampak Global Krisis Biaya Hidup, Utang Prancis, dan Keresahan Sosial 2026
- UNAS Gelar ICGI ke-3, Soroti Polycrisis Global dan Pentingnya Ketahanan Dunia Menuju 2030
- Alumni Madinah dan Saudi Arabia Kecam Keras Serangan terhadap Bandara Riyadh, Desak Perlindungan Jamaah Umrah dan WNI
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

ish/ pjmi/ wi/ nf/ 281026: irwan
Views: 1




















