SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Adu Argumen Bukan Adu Kuasa_

Posted by : wartaidaman 01/12/2025

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

 

Semua anggota yang hadir di dalam istana Ratu Ana terdiam. Semua terkejut dengan ‘Sabda Raja’ itu. Mereka semua terdiam, tanpa ada yang berani menentang keputusan Raja Danang, Sayidin Panoogomo, termasuk Ratu Ana. Walaupun Ratu Ana tidak diajak berunding mengenai keputusan Raja Danang Sayidin Panotogomo, tetapi sebagai seorang istri muslimah, dia akan taat dan patuh kepada suaminya.

Bagi Ratu Ana, ketaatan dan kepatuhan kepada suami, merupakan harga mutlak untuk mendapatkan salah satu pintu surga. Memang kalau mengikuti pikiran, rasanya Ratu Ana ingin menolak keputusan yang merugikan dirinya, karena jika Salahuddin berhasil melakukan tugasnya, maka dia harus menjadi istri Salahuddin, yang belum dikenalnya.

Walaupun Ratu Ana mengetahui Salahuddin adalah orang yang mempunyai kesaktian tinggi. Namun, untuk menjadi pendamping, setelah sebelumnya, dia bukan hanya seorang ratu di Kerajaan Madiun, juga merupakan istri keempat Raja Danang Sayidin Panotogomo, raja Kerajaan Matraman Raya.

Namun, bukan hanya Ratu Ana yang terdiam mendengar keputusan Raja Danang, tetapi bahkan semua yang hadir di istana Kerajaan Madiun pun terkesiap dan ikut merasa prihatin mengetahui keputusan Raja Danang, yang mereka anggap tidak adil kepada Ratu Ana. Hal itu membuat suasana istana Kerajaan Madiun menjadi hening.

Akan tetapi, tidak lama kemudian, Pendekar Langit Abu Arang memecah kesunyian.

Dia mencoba untuk meminta Raja Danang, mempertimbangkan kembali keputusan Raja Kerajaan Matraman Raya itu, tentang hadiah Ratu Ana sebagai istri Salahuddin, jika dia dapat menyelamatkan keluarga istana Kerajaan Matraman Raya dengan selamat. Pendekar Langit Abu Arang juga merasa keputusan Raja Danang, tidak adil terhadap Ratu Ana.

“Paduka, dapatkah hendaknya Paduka meninjau kembali, keputusan Paduka, tentang pemberian hadiah Ratu Ana kepada Salahuddin. Menurut pendapat Abu Arang, hal itu rasanya kurang adil bagi Ratu Ana. Apalagi Ratu Ana adalah istri Paduka sendiri. Masak, iya, sih, Paduka berikan kepada orang lain,” tegas Pendekar Langit Abu Arang.

Pendekar Langit Abu Arang merasa perlu menyampaikan pendapatnya, karena mereka berdua memang dulu sering berbeda pendapat, bahkan sampai bertempur yang mengakibatkan mereka hampir mati.

Saat ini pun mereka berdua dan juga Pangeran Hafiz, Bagus Tinukur masih terluka dan sering pingsan kalau harus berpikir keras.

Namun, Pendekar Langit Abu Arang merasa perlu menyampaikan sesuatu yang menurut dia benar, bukan sekadar ingin berbeda pendapat dengan Raja Danang, apalagi bermaksud melawan perintah Raja.

“Paman Pendekar Langit, Abu Arang, apakah Paman ingin melawan perintah Raja?” tanya Danang, Sayidin Panotogomo.

“Sama sekali tidak, Paduka. Pamanmu ini hanya ingin memberikan gambaran lain, bahkan mungkin akan lebih baik, bagi Salahuddin nantinya. Salahuddin dapat saja, Paduka beri hadiah menjadi Bupati Malang atau bahkan Surabaya, sehingga jasa Salahuddin jika berhasil menyelamatkan keluarga istana Kerajaan Matraman Raya, dapat membuat Salahuddin menjadi orang terhormat.

Bukan harus memberikan Ratu Ana istri Paduka sendiri, sebagai hadiah.

Kita saat ini sudah tidak berdaya, karena terluka akibat kesalahan kita sendiri, yang terlalu egois serta percaya kepada bisikan makhluk lain, sehingga meninggalkan perintah Allah, sebagai satu-satunya zat yang patut disembah. Suatu dosa yang mungkin masih belum tahu lagi, apakah Allah Subhana wa Ta’ala berkenan memberi ampunan kepada kita bertiga, bersama Pangeran Hafiz, Bagus Tinukur.

Jangankan mau melawan perintah Paduka, mau bergerak agak kuat saja, pamanmu sudah hampir pingsan. Pamanmu hanya ingin memberikan second opinion kepada Paduka. Harap Paduka jangan salah sangka,” jelas Pendekar Langit Abu Arang.

Semua orang yang berada di istana Kerajaan Madiun terkesiap mendengar adu argumentasi antara Raja Danang, yang mereka hormati dan Pendekar Langit Abu Arang yang berani memberikan pandangan yang berbeda.

Raja Danang pun tampaknya mendengarkan argumentasi Pendekar Langit Abu Arang karena tampak wajah Raja Danang tetap tenang tidak menunjukkan emosi atau rasa marah, yang terkadang membuat wajah seseorang memerah dan menegang.

Keheningan pun kembali terjadi di istana Kerajaan Madiun. Semua orang terdiam dan ingin melihat respon Raja Danang, terhadap somasi Pendekar Langit Abu Arang.

“Paman Pendekar Langit Abu Arang. Alhamdulillah, kita bertiga dapat menyadari kesalahan yang kita perbuat di masa lalu, mempercayai dan mengikuti makhluk jin, sehingga kita berbuat durhaka kepada Allah Rabbul Alamin.

Namun, mengenai pendapat Paman Abu Arang, tentang pemberian hadiah kepada Salahuddin untuk menjadi penguasa di Malang, Surabaya, ataupun tempat lainnya, itu bukan penyelesaian yang efektif dan efisien dalam usaha kita menghadapi masalah besar yang akan muncul di Kerajaan Matraman Raya.

Karena masalah besarnya bukan terehadap keluarga istana Kerajaan Matraman Raya saja.

Bukan pada keselamatan Bunda Putri Raisa, Ayahanda Ustaz Bondan Kaja, Eyang Putri Biyan, istriku Putri Anya dan Pangeran Mustofa putraku, tetapi keselamatan seluruh wilayah Kerajaan Matraman Raya. Keselamatan Kerajaan Matraman Raya dari kekuasaan jahat Adi Seruling Sakti.

Paman dapat membayangkan, jika Salahuddin dapat menyelamatkan keluarga istana Kerajaan Matraman Raya, maka Salahuddin akan menjadi sasaran utama dari serangan Adi Seruling Sakti dengan menggunakan kekuasaan Kerajaan Matraman Raya.

Salahuddin akan menjadi buronan nomor wahid.

Apakah dengan memberikan Salahuddin menjadi Bupati di Madiun, Surabaya atau bahkan di tempat lain, dia akan mendapat dukungan penuh seluruh rakyat di daerah itu.

Walaupun saat ini Salahuddin sudah menjadi seorang yang sakti mandraguna, karena ajian Seribu Bulan dan Telapak Tangan Langit yang Paman berikan kepadanya.

Namun, kalau Salahuddin mendapat serangan licik dari Adi Seruling Sakti serta tidak mendapat dukungan penuh rakyatnya, maka bukan hanya Salahuddin yang akan celaka. Akan tetapi, kita semua, bahkan takhta Kerajaan Matraman Raya bisa saja dikuasai Adi Seruling Sakti sampai tiga periode.

Dengan Ratu Ana menjadi istri Salahuddin, maka tanpa mendapat kedudukan sebagai Bupati di Malang atau Surabaya, Salahuddin dan Ratu Ana dapat memimpin perang terhadap kekuasaan jahat Adi Seruling Sakti.

Kerajaan Madiun, dengan Ratu Ana, merupakan kerajaan yang sulit dikalahkan lawan.

Apalagi kalau Ratu Ana dapat bahu membahu dengan Salahuddin yang sakti mandraguna. Kejayaan Kerajaan Madiun akan semakin tinggi, bahkan, Insya Allah Kerajaan Matraman Raya pun dapat direbut kembali.

Mudah-mudahan keputusan berat ini, dapat dipahami semua pihak. Kita semua hanya dapat berusaha.

Hasil adalah ketentuan-Nya.

Namun, sepanjang kita mau berusaha. Insya Allah, ada jalan. Aamiin,” jelas Danang, Sayidin Panotogomo, raja Kerajaan Matraman Raya.

“Aamiin ….” Serentak semua yang hadir di istana Kerajaan Madiun mengaminkan doa Raja Danang, Sayidin Panotogomo.

Ratu Ana bahkan menitikkan air mata, melihat pengorbanan suaminya, Raja Danang, Sayidin Panotogomo yang rela menyerahkan dirinya untuk istri Salahuddin karena untuk tujuan besar.

Raja Danang, Sayidin Panotogomo ingin menyelamatkan mereka semua termasuk dirinya dari ancaman jahat Adi Seruling Sakti.

“Paduka, Raja Danang, perkenankan kami pamit untuk membawa Salahuddin ke Kediri. Supaya Salahuddin dapat sukses melaksanakan tugas Paduka, dia perlu meminta restu ayah-bundanya, Dusmin dan Ijah yang saat ini berada di Kediri. Mohon juga perkenan Paduka, agar Jalal dan Tanjung dapat menemani Salahuddin dalam melaksanakan tugas Paduka.” Ki Ageng Batman menyampaikan permintaan kepada Raja Danang, untuk berangkat ke Kediri.

“Silakan, Eyang Ki Ageng Batman atur. Kita semua berharap, Salahuddin dapat menyelamatkan keluarga istana Kerajaan Matraman Raya.

Jalal dan Tanjung tentu akan sangat membantu dia, melaksanakan tugas berat itu,” kata Danang, Sayidin Panotogomo.

“Apakah Wahyudi juga akan mengikuti keberangkatan Eyang ke Kediri?” tanya Danang, Sayidin Panotogomo.

 

 

 

oleh: MJK, jurnalis PJMI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*mjkr/ wi/ nf/ 011225

Views: 31

RELATED POSTS
FOLLOW US

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *