Beranda / LIFESTYLE / TAUBAT NABILLA ; _Salah Duga Nabilla_

TAUBAT NABILLA ; _Salah Duga Nabilla_

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

“HARI!” seru Nabilla.

Nabilla lupa kalau Hari tadi mengajak Nabilla surfing, tapi Nabilla takut. Lalu Hari pergi ke laut sendiri sambil membawa papan surving yang telah disewanya di dekat tempat mereka berdiri di pantai Dream Land.

Nabilla lalu melayangkan pandangannya ke arah laut berharap dapat melihat Hari.

Tampak Hari hanya memakai celananya, Nabilla melirik di sebelah tempat duduk santainya di bawah payung, tampak ada baju Hari di tempat itu. Lalu Nabilla memperhatikan Hari yang ternyata terus menuju ke tengah. Memang ombak masih berada di bawah lutut Hari. Namun, Hari tampak terus merangsek ke depan, bahkan air laut sudah berada di atas lutut Hari.

Tiba-tiba datang gelombang yang sangat besar dari
arah laut. Banyak orang berteriak. Nabilla terkejut,
sampai tak mampu lagi berteriak. Tampak oleh Nabilla,
Hari melompat ke arah gelombang, dan Nabilla tidak
dapat lagi melihat Hari.

“Astagfirullah, Hari, bagaimana kalau nanti aku
mengandung bayimu?” desis Nabilla.

Tidak lama kemudian ombak pun mengarah ke
pantai, Setelah itu tampak beberapa orang berenang
bahkan ada yang berdiri di atas papa peselancar. Begitu
ombak mendekati pantai, tampak Hari menuju pantai
sambil membawa papan peselancarnya.

“Alhamdulillah. Terima kasih, ya, Allah,” seru
Nabilla.

Akan tetapi, Hari tidak langsung menuju ke arah
Nabilla, tampak Hari bertemu seseorang. Tampak Hari
berbicara dengan laki-laki berkacamata. Ada gadis
manis di samping lelalki berkacamata tersebut. Sontak
Nabilla pun berlari menghampiri mereka.

“Hari, ayo cepat pulang!” seru Nabilla.

Namun, kemudian pandangan Nabilla berhenti pada lelaki
berkacamata yang tadi berbicara kepada Hari.

Nabilla seolah mengenal lelaki berkacamata itu. Nabilla ingat,
perempuan yang membuat Pak Ning, kakeknya
menikah, pernah bersama lelaki itu, saat mereka
berpapasan di rumah kakeknya.

“Kau! Teman wanita penghasut Kakekku! Hari,
cepat tinggalkan tempat ini!” teriak Nabilla sambil
menarik tangan Hari.

Nabilla menganggap Kapten
Adelah yang merebut hati kakeknya, Pak Ning untuk
menikah secara mendadak. Bu Lou sempat membisik-
kan kekhawatiran itu saat kakeknya, Pak Ning
menyebut nama ibunya dengan Kapten Ade.

‘Kapten Ade. Ya, Kapten Ade. Perempuan yang
ditaksir Kakek,’ pikir Nabilla.
Lelaki berkacamata yang berbicara dengan Hari di
pantai Dream Land itu adalah Sastro, staf Kapten Ade,
bersama Cogito, si cewek manis, pujaan hati Sastro.

Namun, Sastro bingung, saat Nabilla marah-marah
kepadanya. Karena tugas Sastro ke Bali adalah menjaga
bulan madu Nabilla dan Hari. Sastro pun juga bingung,
bersama Cogitokarena tugas dan tanggung jawabnya ke
Bali, bukan pesiar dengan Cogito. Cogito diajak ke Bali
karena usulan Kapten Ade untuk menemani dia. Tapi
saat ini Kapten Ade justru sudah pulang. Sastro menjadi
bingung kuadrat di pantai Dream Land itu.

Kebingungan Sastro semakin bertambah, saat Pak
Karyono tiba-tiba memberi tahu sesuatu kepada Sastro.

“Pulang segera, Pak?” seru Sastro seolah tidak
percaya atas informasi dari Pak Karyono.

Hati Satro semakin ciut karena pasti kata-katanya didengar Cogito yang berada di sebelahnya.

‘Apa yang harus kukatakan kepada Cogito kalau
besok harus pulang?’ pikir Sastro. Namun, sastro
terkejut saat dirinya melihat ke samping, Cogito tidak
berada di sebelahnya. Pandangan Sastro segera
berkeliling mencari Cogito. Tampak Cogito sedang
menejar seseorang.

“Om Sae. Bukankah Anda Om sae?” teriak Cogito
kepada seseorang lelaki tua yang dikenalnya sebagai
pelanggan Cogito Coffe Shop. Lelaki itu bahkan pernah
ditolaknya masuk karena Sastro ingin menyewa penuh
Coffe Shopnya hari itu.

“Cogito, ya? Apa kabar?” sapa Om Saepudin
ramah.

“Betul, kan, Anda Om Sae. Alhamdulillah, baik
Om,” seru Cogito.

“Cogito, kita harus segera pulang. Maaf, Om,
mengganggu. Saya harus mengajak Cogito pulang,”
seru Sastro yang sulit menjelaskan kepada Cogito
tentang rencananya yang mendadakkarena informasi
dari Pak Karyono. Apalagi kalau Sastro harus berbasa-
basi dengan teman Cogito yang ditemuinya di pantai
Dream Land itu.
***

Nabilla segera masuk ke mobil travel, setelah Bli
Wayan kebingungan melihat ulah Nabilla yang menarik
tangan Hari ke mobil. Bli Wayan juga melihat, sampai
Hari lupa belum memakai baju. Bahkan tampak oleh Bli
Wayan kalau celana Hari pun masih basah.

Pada saat Nabilla mau keluar dari pantai Dream
Land, mobil yang ditumpangi Harmendo dan Fifin baru
saja masuk. Begitu juga mobil yang dikendarai Gie yang
didalamnya ada Sidiq, Reza, Zahra dan Auria.

Harmendo dan Fifin menuju pantai Dream Land,
begitu juga Gie dan kawan-kawannya. Namun, beda
Gie berserta rombongan teman-teman Nabilla dan Hari
yang dapat terus berpesiar di pantai Dream Land. Fifin
yang baru saja akan menikmati keindahan pantai
Dream Land, melihat wajah Harmendo muram.

Harmendo baru saja menerima japri dari Pak Karyono,
kalau targetnya di Bali sudah selesai. Tidak ada
keterangan tambahan apa pun dari info tersebut.

Sebagai orang pekerja, Harmendo bingung dengan isi
japri Pak Karyono itu.

Namun, Harmendo tidak ingin membuat Fifin
istrinya sedih karena dirinya memikirkan pekerjaan
kantor saja.

Segera ditariknya Fifin ke tepi pantai. Fifin
yang terkejut melihat, Harmendo yang berubah
wajahnya yang tadi tampak murung, tiba-tiba lalu tersenyum, bahkan mengajaknya mendekati air laut,
tentu saja girang bukan main. Mereka berdua pun lalu
mencerbunkan diri di pantai Dream Land yang dangkal
itu. Pakaian mereka berdua basah kuyub karenanya.
Namun, itu hanya berlangsung sebentar. Tiba-tiba
tampak oleh Fifin, wajah Harmendo kembali murung.
Bahkan setelah itu, Harmendo mengajak Fifin kembali
ke hotel.

Sementara Gie dan rombongan bersenang-senang
di pantai Dream Land. Gie seolah memperoleh
kesempatan menggoda Auria di sana. Digandengnya
Reza dan Auria ke pantai, lalu mereka bertiga
menceburkan diri ke laut. Auria senang bukan main,
dapat berbasah-basah di pantai Dream Land.

Sementara Zahra hanya tersenyum dan berteriak-teriak
menyebut nama Auria.

“Auria, hati-hati. Jangan sampai ke tengah,” teriak
Zahra dengan penuh ceria. Sidiq melihat Zahra begitu
bahagia, tidak ingin mengganggunya. Sidiq sudah
merasa cukup lega melihat Zahra begitu lepas
perasaanya saat berwisata di pantai Dream Land.
Dari Dream Land, rombongan Sidiq menuju
Uluwatu. Mereka akan menikmati sunset di sana.
***

“Hentikan pernikahan ini!” seru Nabilla pada saat
akad nikah Pak Ning dan Geulis akan berlangsung.

“Kek. Dengar kata-kata Nabilla. Perempuan itu
hanya akan menginginkan harta Kakek. Nabilla tidak
terima. Nabilla tahu persis perempuan calon istri
Kakek. Dia pernah berpapasan dengan Nabilla di
rumah Kakek. dia tidak mau menegur Nabilla. Tampak
perempuan itu memang sombong, Kek!” tambah
Nabilla.

Pengelana dan Bu Lou bingung melihat aksi Nabilla.

Sementara Pak Ning hanya tersenyum saja. Sedang
Geulis diam seribu basa. Geulis tidak tahu yang
diucapkan Nabilla. Geulis merasa belum pernah
bertemu dengan Nabilla.

“Ayo, Kek. Jangan dilanjutkan lagi pernikahan
Kakek dengan Kapten Ade ini!” teriak Nabilla.

Mendengar teriakan Nabilla yang mengganggu
pernikahan Geulis, kakaknya, Kapten Ade lalu berdiri
dari tempat duduk rombongan pengantin perempuan.

“Nabilla, kenalkan aku Kapten Ade. Yang mau
menikah dengan Pak Ning adalah Geulis, kakak
sulungku. Kak Geulis belum pernah bertemu
denganmu,” panjang lebar Kapten Ade menjelaskan.
Nabilla memandang orang yang mengaku bernama
Kapten Ade, lalu melihat wanita yang duduk di dekat
kakeknya Pak Ning. Beberapa kali Nabilla
memperhatikan wajah Kapten Ade, lalu melihat wanita yang disebut Geulis. Oleh Kapten Ade.

Nabilla lalu
teringat, perempuan yang pernah bertemu dengan
dirinya adalah Kapten Ade, bukan Geulis. Sontak
Nabilla malu. Nabilla pun berlari keluar diikuti Hari yang
dari tadi tidak mampu menghalangi sikap keras Nabilla.

“Astagfirullah. Ibu, maafkan Nabilla, Ibu,” teriak
Nabilla sambil lari menuju mobil travel yang menunggu dari tadi.

 

 

 

 

oleh: MJK, jurnalis PJMI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*mjkr/ pjmi/ wi/ nf/ 250226

Views: 44

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 5
  • 5
  • 123
  • 88
  • 1,062
  • 15,905
  • 167,322
  • 255,958
  • 151,398
  • 44
  • 4,797
  • 270